Daftar Isi
Sorotan
- Infografis pembelajaran menggabungkan teks, data, ilustrasi, ikon, dan struktur visual untuk menjelaskan materi.
- Infografis paling sesuai untuk rangkuman, prosedur, perbandingan, data, dan hubungan antarkonsep.
- Desain infografis harus dimulai dari tujuan pembelajaran, bukan dari pemilihan template.
- Informasi perlu diseleksi dan disusun berdasarkan hierarki agar tidak membebani peserta.
- Perusahaan dapat menggunakan infografis sebagai bagian dari e-learning, materi pelatihan, panduan kerja, dan media penguatan setelah pelatihan.
Materi pelatihan perusahaan sering kali memuat informasi yang kompleks. Peserta harus memahami prosedur, angka, istilah, hubungan antarkonsep, hingga langkah kerja dalam waktu yang terbatas.
Jika semua informasi tersebut disajikan dalam paragraf panjang, peserta akan kesulitan menemukan poin penting. Sebaliknya, jika materi dipangkas terlalu banyak, konteks yang dibutuhkan untuk memahami topik dapat hilang.
Infografis pembelajaran membantu mengatasi tantangan tersebut dengan menyusun informasi ke dalam bentuk visual yang lebih terstruktur. Teks, data, ikon, ilustrasi, diagram, dan warna digunakan secara terpadu untuk membantu peserta melihat hubungan serta urutan informasi.
Namun, menambahkan ikon dan warna belum tentu membuat sebuah materi menjadi infografis pembelajaran yang efektif. Visual harus memiliki fungsi, informasi harus akurat, dan susunannya perlu mengarahkan peserta menuju pemahaman tertentu.
Apa Itu Infografis Pembelajaran?
Infografis pembelajaran adalah media visual yang digunakan untuk menyajikan informasi, data, konsep, prosedur, atau hubungan antarkomponen secara ringkas dan terstruktur.
Berbeda dari gambar dekoratif, setiap elemen dalam infografis memiliki fungsi komunikasi. Ikon mewakili objek atau tindakan, diagram menunjukkan hubungan, warna membedakan kategori, sedangkan teks memberikan konteks dan penjelasan.
Infografis juga berbeda dari poster promosi. Poster promosi biasanya bertujuan menarik perhatian dan mendorong tindakan tertentu. Infografis pembelajaran dirancang untuk membantu peserta memahami, mengingat, atau menerapkan materi.
Beberapa penelitian di lingkungan pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa infografis dapat dikembangkan sebagai media penunjang pembelajaran dan berpotensi mendukung minat serta pemahaman belajar. Temuan tersebut berasal dari konteks sekolah atau perguruan tinggi sehingga penerapannya pada pelatihan perusahaan tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik karyawan dan kebutuhan organisasi.
Mengapa Infografis Relevan untuk Pelatihan Perusahaan?
1. Membantu peserta menemukan informasi penting
Hierarki visual membantu peserta membedakan judul, poin utama, penjelasan, data pendukung, dan tindakan yang harus dilakukan.
Peserta tidak harus membaca seluruh halaman untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.
2. Menjelaskan hubungan yang sulit disampaikan melalui paragraf
Beberapa materi lebih mudah dipahami melalui alur, diagram, perbandingan, peta konsep, atau visualisasi data.
Sebagai contoh, proses persetujuan dokumen lebih mudah dibaca dalam bentuk diagram alur dibandingkan paragraf yang menjelaskan setiap perpindahan dokumen.
3. Memudahkan penyajian data
Angka dalam tabel panjang dapat sulit dipahami jika peserta belum mengetahui pola yang perlu diperhatikan.
Infografis dapat menonjolkan angka penting, tren, perbandingan, atau proporsi. Peserta tetap perlu memperoleh sumber dan konteks data agar tidak menarik kesimpulan yang keliru.
4. Mendukung materi penguatan
Tidak semua informasi perlu dipelajari kembali melalui modul lengkap. Infografis dapat digunakan sebagai rangkuman setelah peserta menyelesaikan pelatihan.
Peserta dapat mengaksesnya kembali ketika membutuhkan pengingat singkat mengenai prinsip, tahapan, atau prosedur.
5. Dapat digunakan dalam berbagai media
Satu materi infografis dapat disesuaikan untuk:
modul e-learning
presentasi pelatihan
handout
learning management system
portal internal
email pembelajaran
poster area kerja
grup komunikasi internal
panduan kerja singkat
materi microlearning
Penyesuaian tetap diperlukan karena ukuran, orientasi, dan kebiasaan membaca pada setiap media berbeda.
Materi Apa yang Cocok Disajikan sebagai Infografis?
Infografis bukan format terbaik untuk semua jenis materi. Media ini paling tepat ketika peserta perlu melihat gambaran umum, urutan, pola, perbandingan, atau rangkuman.
Prosedur kerja
Infografis dapat menjelaskan tahapan dari awal hingga akhir, pihak yang terlibat, dokumen yang digunakan, dan keputusan pada setiap tahap.
Contohnya meliputi proses onboarding, pengajuan biaya, penanganan insiden, pemeriksaan kualitas, dan pelaporan keluhan.
Data dan statistik
Infografis dapat menyoroti angka penting, perubahan dari waktu ke waktu, komposisi, dan perbandingan antarkategori.
Data perlu disajikan secara proporsional. Skala, label, periode, unit, dan sumber harus terlihat jelas.
Perbandingan
Dua atau beberapa konsep dapat dibandingkan berdasarkan kriteria yang sama.
Contohnya adalah perbedaan asesmen formatif dan sumatif, jenis risiko, level layanan, atau pilihan metode komunikasi.
Peta konsep
Infografis dapat memperlihatkan hubungan antara satu konsep utama dan beberapa komponen pendukung.
Format ini sesuai untuk memperkenalkan kerangka kerja, struktur organisasi, klasifikasi, atau ekosistem proses bisnis.
Rangkuman materi
Poin penting dari modul atau sesi pelatihan dapat diringkas menjadi satu visual yang mudah diakses kembali.
Aturan dan larangan
Infografis dapat digunakan untuk menyampaikan tindakan yang harus dilakukan dan dihindari, misalnya dalam materi keselamatan, keamanan informasi, kepatuhan, dan etika kerja.
Jenis Infografis Pembelajaran
1. Infografis prosedural
Infografis prosedural menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara berurutan.
Elemen yang biasanya digunakan meliputi nomor, panah, ikon tindakan, titik keputusan, dan hasil pada setiap tahap.
2. Infografis informasional
Jenis ini digunakan untuk menjelaskan satu topik melalui beberapa bagian informasi.
Setiap bagian dapat memuat subjudul, penjelasan singkat, ikon, dan contoh.
3. Infografis perbandingan
Dua atau lebih objek ditempatkan dalam struktur visual yang sejajar. Peserta dapat melihat persamaan dan perbedaannya berdasarkan kriteria tertentu.
4. Infografis statistik
Data numerik disajikan melalui angka utama, diagram, grafik sederhana, dan penjelasan singkat.
Visualisasi harus membantu peserta memahami data, bukan membuatnya terlihat lebih dramatis.
5. Infografis timeline
Timeline menunjukkan perkembangan, tahapan, atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.
Format ini dapat digunakan untuk menjelaskan jadwal project, sejarah perusahaan, masa berlaku kebijakan, atau tahapan pengembangan produk.
6. Infografis hierarki
Infografis hierarki menunjukkan tingkatan, prioritas, atau hubungan dari tingkat umum menuju tingkat yang lebih khusus.
Contohnya adalah level eskalasi masalah, struktur tanggung jawab, dan klasifikasi risiko.
7. Infografis interaktif
Peserta dapat mengeklik objek, membuka informasi tambahan, memilih kategori, atau menjelajahi bagian tertentu.
Format ini dapat dimasukkan ke dalam e-learning ketika materi memiliki beberapa lapisan informasi yang tidak perlu ditampilkan secara bersamaan.
8. Infografis bergerak
Motion infographic menggunakan animasi untuk memperlihatkan alur, perubahan, atau urutan informasi.
Penggunaan gerak perlu dikendalikan agar tidak mengalihkan perhatian peserta dari pesan utama.
Infografis Pembelajaran Bukan Sekadar Materi yang Dipercantik
Kesalahan yang sering terjadi adalah memindahkan seluruh paragraf ke dalam template visual. Hasilnya memang lebih berwarna, tetapi tetap padat dan sulit dipahami.
Infografis yang baik membutuhkan proses seleksi informasi. Pengembang perlu menentukan:
informasi yang wajib diketahui
informasi yang perlu dipahami
informasi pendukung
hubungan antarinformasi
tindakan yang diharapkan dari peserta
urutan membaca yang paling logis
Jika semua informasi dianggap sama penting, peserta tidak memiliki petunjuk mengenai bagian yang harus diperhatikan terlebih dahulu.
Karena itu, pengembangan infografis melibatkan keputusan pembelajaran, komunikasi, dan desain visual sekaligus.
Prinsip Desain Infografis Pembelajaran
1. Mulai dari tujuan pembelajaran
Sebelum memilih warna atau ilustrasi, tentukan hal yang perlu dipahami atau dilakukan peserta setelah melihat infografis.
Tujuan tersebut akan menentukan jenis informasi dan struktur visual yang digunakan.
2. Tetapkan satu pesan utama
Satu infografis sebaiknya memiliki fokus yang jelas. Terlalu banyak pesan akan membuat tampilannya padat dan arah komunikasinya kabur.
Jika materi sangat luas, konten dapat dibagi menjadi beberapa seri infografis.
3. Bangun hierarki visual
Ukuran, posisi, warna, dan jarak dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat kepentingan informasi.
Judul utama perlu mudah ditemukan. Subjudul harus dapat dibedakan dari isi. Angka atau peringatan penting dapat diberi penekanan tanpa membuat semua elemen saling berebut perhatian.
4. Gunakan teks secara ringkas
Teks dalam infografis sebaiknya menggunakan kalimat langsung dan mudah dipindai.
Istilah teknis tetap dapat digunakan jika sesuai dengan peserta. Berikan penjelasan singkat untuk istilah yang berpotensi menimbulkan perbedaan pemahaman.
5. Pilih visual yang memiliki fungsi
Ikon, ilustrasi, grafik, atau diagram harus membantu menjelaskan informasi. Visual dekoratif yang berlebihan justru dapat menambah beban perhatian.
6. Jaga konsistensi
Gunakan gaya ikon, bentuk, ilustrasi, warna, dan tipografi yang konsisten. Konsistensi membantu peserta memahami pengelompokan informasi sekaligus menjaga identitas visual perusahaan.
7. Pastikan data akurat
Angka, label, unit, periode, dan sumber harus diperiksa sebelum dipublikasikan.
Grafik juga perlu menggunakan proporsi yang tepat agar tidak memberikan kesan yang menyesatkan.
8. Perhatikan keterbacaan
Teks harus tetap terbaca pada media yang digunakan. Infografis yang dirancang untuk layar presentasi belum tentu nyaman dibaca melalui telepon genggam.
Kontras warna, ukuran huruf, jarak, dan kepadatan informasi perlu diuji pada perangkat target.
9. Pertimbangkan aksesibilitas
Informasi penting sebaiknya tidak dibedakan hanya berdasarkan warna. Gunakan label, pola, bentuk, atau ikon sebagai penanda tambahan.
Untuk penggunaan digital, sediakan teks alternatif atau versi tekstual agar informasi tetap dapat diakses oleh pengguna yang membutuhkan teknologi bantu.
Tahapan Pengembangan Infografis Pembelajaran
1. Menganalisis kebutuhan
Tentukan masalah pembelajaran yang ingin diselesaikan, karakteristik peserta, konteks penggunaan, media distribusi, dan hasil yang diharapkan.
2. Mengumpulkan dan memverifikasi materi
Materi dapat berasal dari SOP, modul, hasil wawancara dengan subject matter expert, kebijakan perusahaan, atau data internal.
Informasi perlu diperiksa sebelum masuk ke proses desain.
3. Menentukan pesan utama
Rumuskan satu pesan inti yang ingin disampaikan. Pesan ini menjadi dasar dalam memilih informasi pendukung.
4. Menyederhanakan konten
Konten dipilah menjadi judul, poin utama, fakta, contoh, data, dan tindakan.
Penyederhanaan tidak berarti menghilangkan informasi penting. Tujuannya adalah membuat materi lebih terarah tanpa mengubah makna.
5. Memilih struktur visual
Pilih format yang sesuai dengan hubungan informasi.
Kebutuhan MateriStruktur yang SesuaiMenjelaskan langkah kerjaProsedur atau flowchartMembandingkan beberapa pilihanPerbandinganMenunjukkan perubahan waktuTimelineMenjelaskan hubungan konsepPeta konsepMenampilkan komposisiGrafik atau diagram proporsiMenjelaskan tingkatanHierarkiMerangkum beberapa kategoriInformasional
6. Membuat wireframe
Wireframe merupakan rancangan awal posisi judul, teks, data, gambar, dan arah membaca.
Tahap ini membantu tim memeriksa logika informasi sebelum masuk ke proses desain visual.
7. Mengembangkan desain
Desainer menerapkan warna, tipografi, ikon, ilustrasi, grafik, dan identitas visual perusahaan.
Jika infografis menjadi bagian dari e-learning, tampilannya perlu diselaraskan dengan konten pembelajaran lainnya.
8. Melakukan review
Subject matter expert memeriksa akurasi materi. Instructional designer meninjau kejelasan dan kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran. Desainer memeriksa konsistensi serta keterbacaan visual.
9. Melakukan uji pengguna
Beberapa calon peserta dapat diminta melihat infografis dan menjelaskan kembali pesan yang mereka tangkap.
Jika peserta salah memahami urutan, data, atau pesan utama, desain perlu diperbaiki.
10. Menyiapkan format akhir
Infografis dapat disiapkan dalam ukuran dan format berbeda berdasarkan kebutuhan, seperti PNG, PDF, slide presentasi, halaman e-learning, atau versi cetak.
Contoh Penggunaan Infografis dalam Pelatihan Perusahaan
Infografis pembelajaran dapat digunakan dalam berbagai topik pelatihan.
Onboarding karyawan
struktur organisasi
perjalanan karyawan baru
fasilitas dan layanan internal
kanal komunikasi
aturan dasar perusahaan
Keselamatan kerja
penggunaan alat pelindung diri
prosedur evakuasi
identifikasi bahaya
pelaporan insiden
tindakan dalam kondisi darurat
Kepatuhan
kategori konflik kepentingan
alur pelaporan pelanggaran
perlindungan data
larangan gratifikasi
prinsip anti-fraud
Operasional
tahapan pemeriksaan kualitas
alur persetujuan
proses penanganan keluhan
distribusi dokumen
pembagian tanggung jawab
Leadership dan komunikasi
langkah memberikan umpan balik
alur percakapan coaching
pendekatan penanganan konflik
teknik delegasi
struktur komunikasi efektif
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Terlalu banyak teks
Infografis yang dipenuhi paragraf panjang kehilangan fungsi visualnya. Informasi sebaiknya dipadatkan dan dikelompokkan.
Semua elemen diberi penekanan
Jika semua teks menggunakan ukuran besar, warna cerah, atau huruf tebal, tidak ada lagi hierarki yang membantu peserta menentukan prioritas.
Menggunakan ikon yang ambigu
Ikon yang tidak umum atau tidak disertai label dapat menimbulkan interpretasi berbeda.
Mengubah data agar terlihat menarik
Memotong skala grafik, memperbesar proporsi, atau menghilangkan konteks dapat membuat data menyesatkan.
Mengabaikan sumber informasi
Infografis yang memuat data, peraturan, atau fakta perlu mencantumkan sumber serta periode informasi.
Tidak menyesuaikan media distribusi
Infografis vertikal yang panjang mungkin sesuai untuk perangkat seluler, tetapi tidak efektif jika dipasang pada satu slide presentasi.
Mengandalkan visual tanpa penjelasan
Beberapa materi tetap membutuhkan konteks tambahan. Infografis dapat menjadi bagian dari modul, video, penjelasan fasilitator, atau aktivitas pembelajaran lain.
Contoh Konten Infografis Pembelajaran
Judul Infografis: 6 Langkah Penanganan Insiden Keamanan Data
Tujuan pembelajaran:
Setelah mempelajari infografis, karyawan dapat mengidentifikasi tindakan awal yang perlu dilakukan ketika menemukan dugaan insiden keamanan data.
Isi utama:
Kenali insiden
Identifikasi akses tidak sah, kehilangan perangkat, kesalahan pengiriman, atau kebocoran data.Hentikan aktivitas berisiko
Jangan meneruskan file, menghapus bukti, atau melakukan perubahan tanpa arahan.Catat informasi awal
Dokumentasikan waktu, sistem, jenis data, dan pihak yang mengetahui kejadian.Laporkan melalui kanal resmi
Hubungi tim atau petugas yang ditunjuk sesuai prosedur perusahaan.Ikuti arahan penanganan
Berikan informasi yang dibutuhkan dan hindari menyebarkan kejadian kepada pihak yang tidak berkepentingan.Dokumentasikan tindak lanjut
Catat tindakan korektif dan langkah pencegahan sesuai hasil pemeriksaan.
Placeholder contoh konten:

Keterangan yang dapat digunakan:
“Infografis ini membantu karyawan mengingat tindakan awal ketika menemukan dugaan insiden keamanan data. Setiap langkah disusun secara berurutan dan dilengkapi ikon agar mudah dipindai.”
Cara Mengukur Efektivitas Infografis Pembelajaran
Tampilan yang menarik belum membuktikan bahwa infografis membantu peserta belajar. Efektivitasnya dapat diperiksa melalui beberapa cara:
meminta peserta menjelaskan kembali pesan utama
memberikan pertanyaan sebelum dan sesudah melihat infografis
mengamati ketepatan peserta dalam mengikuti prosedur
mengukur kecepatan peserta menemukan informasi
mengumpulkan masukan mengenai keterbacaan
mengidentifikasi bagian yang sering disalahpahami
membandingkan kesalahan sebelum dan setelah penggunaan
memantau frekuensi akses pada versi digital
Indikator perlu disesuaikan dengan fungsi infografis. Jika tujuannya sebagai panduan kerja, kemampuan peserta menemukan dan menerapkan informasi lebih relevan daripada kemampuan menghafal seluruh isi.
Kesimpulan
Infografis pembelajaran membantu perusahaan menyajikan informasi kompleks dalam bentuk yang lebih terstruktur, ringkas, dan mudah dipindai.
Media ini dapat digunakan untuk menjelaskan prosedur, membandingkan konsep, merangkum materi, menampilkan data, serta memperlihatkan hubungan antarinformasi. Infografis juga dapat menjadi materi penguatan yang diakses kembali setelah pelatihan selesai.
Namun, efektivitasnya tidak hanya ditentukan oleh warna, ikon, atau ilustrasi. Pengembangan perlu dimulai dari tujuan pembelajaran, akurasi materi, struktur informasi, hierarki visual, konteks penggunaan, dan karakteristik peserta.
Ioda Academy menyediakan layanan Pengembangan Konten Pembelajaran, termasuk pengembangan infografis untuk kebutuhan perusahaan, kampus, dan institusi. Prosesnya dapat mencakup analisis materi, penyederhanaan konten, penyusunan struktur informasi, desain visual, review bersama subject matter expert, hingga penyediaan format akhir sesuai media distribusi.
Referensi
- Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Infografis terhadap Hasil Belajar — Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, Universitas Negeri Malang
- Pengembangan Media Infografis sebagai Media Penunjang Pembelajaran — PEDADIDAKTIKA, Universitas Pendidikan Indonesia
- Pengalaman Guru dan Siswa dalam Penggunaan Infografis sebagai Media Pembelajaran — Journal of Education Action Research, Universitas Pendidikan Ganesha
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan infografis pembelajaran dan poster biasa?
Infografis pembelajaran dirancang untuk membantu peserta memahami data, prosedur, konsep, atau hubungan antarinformasi. Poster biasa dapat memiliki tujuan yang lebih luas, seperti memberikan pengumuman, membangun kesadaran, atau mempromosikan kegiatan.
Apakah seluruh materi pelatihan dapat diubah menjadi infografis?
Tidak selalu. Infografis paling sesuai untuk informasi yang dapat diringkas, dikelompokkan, dibandingkan, atau disusun dalam suatu alur. Materi yang memerlukan penjelasan mendalam, praktik, diskusi, atau analisis tetap membutuhkan format pembelajaran lain.
Apakah infografis dapat dimasukkan ke dalam e-learning?
Ya. Infografis dapat digunakan sebagai bagian dari materi, rangkuman, panduan proses, aktivitas interaktif, atau media penguatan. Format dan ukurannya perlu disesuaikan dengan tampilan e-learning serta perangkat yang digunakan peserta.
Artikel Terkait
Membuat Game Learning yang Menarik dan Tetap Berorientasi pada Kompetensi
Membuat Game Learning untuk Pelatihan Perusahaan
Podcast Learning sebagai Media Pembelajaran yang Fleksibel dan Mudah Diakses
Podcast Learning untuk Pelatihan dan Pembelajaran
Membuat Pembelajaran Digital Lebih Aktif dengan H5P Interactive Content
H5P Interactive Content untuk Pembelajaran Digital
Diskusi