Skip to main content

Ioda Academy

Arts & Entertainment · 10 menit baca

Ringkas Informasi Kompleks dengan Infografis Pembelajaran yang Mudah Dipahami

Daftar Isi
Apa Itu Infografis Pembelajaran?Mengapa Infografis Relevan untuk Pelatihan Perusahaan?1. Membantu peserta menemukan informasi penting2. Menjelaskan hubungan yang sulit disampaikan melalui paragraf3. Memudahkan penyajian data4. Mendukung materi penguatan5. Dapat digunakan dalam berbagai mediaMateri Apa yang Cocok Disajikan sebagai Infografis?Prosedur kerjaData dan statistikPerbandinganPeta konsepRangkuman materiAturan dan laranganJenis Infografis Pembelajaran1. Infografis prosedural2. Infografis informasional3. Infografis perbandingan4. Infografis statistik5. Infografis timeline6. Infografis hierarki7. Infografis interaktif8. Infografis bergerakInfografis Pembelajaran Bukan Sekadar Materi yang DipercantikPrinsip Desain Infografis Pembelajaran1. Mulai dari tujuan pembelajaran2. Tetapkan satu pesan utama3. Bangun hierarki visual4. Gunakan teks secara ringkas5. Pilih visual yang memiliki fungsi6. Jaga konsistensi7. Pastikan data akurat8. Perhatikan keterbacaan9. Pertimbangkan aksesibilitasTahapan Pengembangan Infografis Pembelajaran1. Menganalisis kebutuhan2. Mengumpulkan dan memverifikasi materi3. Menentukan pesan utama4. Menyederhanakan konten5. Memilih struktur visual6. Membuat wireframe7. Mengembangkan desain8. Melakukan review9. Melakukan uji pengguna10. Menyiapkan format akhirContoh Penggunaan Infografis dalam Pelatihan PerusahaanOnboarding karyawanKeselamatan kerjaKepatuhanOperasionalLeadership dan komunikasiKesalahan yang Perlu DihindariTerlalu banyak teksSemua elemen diberi penekananMenggunakan ikon yang ambiguMengubah data agar terlihat menarikMengabaikan sumber informasiTidak menyesuaikan media distribusiMengandalkan visual tanpa penjelasanContoh Konten Infografis PembelajaranJudul Infografis: 6 Langkah Penanganan Insiden Keamanan DataCara Mengukur Efektivitas Infografis PembelajaranKesimpulan

Sorotan

  • Infografis pembelajaran menggabungkan teks, data, ilustrasi, ikon, dan struktur visual untuk menjelaskan materi.
  • Infografis paling sesuai untuk rangkuman, prosedur, perbandingan, data, dan hubungan antarkonsep.
  • Desain infografis harus dimulai dari tujuan pembelajaran, bukan dari pemilihan template.
  • Informasi perlu diseleksi dan disusun berdasarkan hierarki agar tidak membebani peserta.
  • Perusahaan dapat menggunakan infografis sebagai bagian dari e-learning, materi pelatihan, panduan kerja, dan media penguatan setelah pelatihan.

Materi pelatihan perusahaan sering kali memuat informasi yang kompleks. Peserta harus memahami prosedur, angka, istilah, hubungan antarkonsep, hingga langkah kerja dalam waktu yang terbatas.

Jika semua informasi tersebut disajikan dalam paragraf panjang, peserta akan kesulitan menemukan poin penting. Sebaliknya, jika materi dipangkas terlalu banyak, konteks yang dibutuhkan untuk memahami topik dapat hilang.

Infografis pembelajaran membantu mengatasi tantangan tersebut dengan menyusun informasi ke dalam bentuk visual yang lebih terstruktur. Teks, data, ikon, ilustrasi, diagram, dan warna digunakan secara terpadu untuk membantu peserta melihat hubungan serta urutan informasi.

Namun, menambahkan ikon dan warna belum tentu membuat sebuah materi menjadi infografis pembelajaran yang efektif. Visual harus memiliki fungsi, informasi harus akurat, dan susunannya perlu mengarahkan peserta menuju pemahaman tertentu.

Apa Itu Infografis Pembelajaran?

Infografis pembelajaran adalah media visual yang digunakan untuk menyajikan informasi, data, konsep, prosedur, atau hubungan antarkomponen secara ringkas dan terstruktur.

Berbeda dari gambar dekoratif, setiap elemen dalam infografis memiliki fungsi komunikasi. Ikon mewakili objek atau tindakan, diagram menunjukkan hubungan, warna membedakan kategori, sedangkan teks memberikan konteks dan penjelasan.

Infografis juga berbeda dari poster promosi. Poster promosi biasanya bertujuan menarik perhatian dan mendorong tindakan tertentu. Infografis pembelajaran dirancang untuk membantu peserta memahami, mengingat, atau menerapkan materi.

Beberapa penelitian di lingkungan pendidikan Indonesia menunjukkan bahwa infografis dapat dikembangkan sebagai media penunjang pembelajaran dan berpotensi mendukung minat serta pemahaman belajar. Temuan tersebut berasal dari konteks sekolah atau perguruan tinggi sehingga penerapannya pada pelatihan perusahaan tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik karyawan dan kebutuhan organisasi.

Mengapa Infografis Relevan untuk Pelatihan Perusahaan?

1. Membantu peserta menemukan informasi penting

Hierarki visual membantu peserta membedakan judul, poin utama, penjelasan, data pendukung, dan tindakan yang harus dilakukan.

Peserta tidak harus membaca seluruh halaman untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.

2. Menjelaskan hubungan yang sulit disampaikan melalui paragraf

Beberapa materi lebih mudah dipahami melalui alur, diagram, perbandingan, peta konsep, atau visualisasi data.

Sebagai contoh, proses persetujuan dokumen lebih mudah dibaca dalam bentuk diagram alur dibandingkan paragraf yang menjelaskan setiap perpindahan dokumen.

3. Memudahkan penyajian data

Angka dalam tabel panjang dapat sulit dipahami jika peserta belum mengetahui pola yang perlu diperhatikan.

Infografis dapat menonjolkan angka penting, tren, perbandingan, atau proporsi. Peserta tetap perlu memperoleh sumber dan konteks data agar tidak menarik kesimpulan yang keliru.

4. Mendukung materi penguatan

Tidak semua informasi perlu dipelajari kembali melalui modul lengkap. Infografis dapat digunakan sebagai rangkuman setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Peserta dapat mengaksesnya kembali ketika membutuhkan pengingat singkat mengenai prinsip, tahapan, atau prosedur.

5. Dapat digunakan dalam berbagai media

Satu materi infografis dapat disesuaikan untuk:

  • modul e-learning

  • presentasi pelatihan

  • handout

  • learning management system

  • portal internal

  • email pembelajaran

  • poster area kerja

  • grup komunikasi internal

  • panduan kerja singkat

  • materi microlearning

Penyesuaian tetap diperlukan karena ukuran, orientasi, dan kebiasaan membaca pada setiap media berbeda.

Materi Apa yang Cocok Disajikan sebagai Infografis?

Infografis bukan format terbaik untuk semua jenis materi. Media ini paling tepat ketika peserta perlu melihat gambaran umum, urutan, pola, perbandingan, atau rangkuman.

Prosedur kerja

Infografis dapat menjelaskan tahapan dari awal hingga akhir, pihak yang terlibat, dokumen yang digunakan, dan keputusan pada setiap tahap.

Contohnya meliputi proses onboarding, pengajuan biaya, penanganan insiden, pemeriksaan kualitas, dan pelaporan keluhan.

Data dan statistik

Infografis dapat menyoroti angka penting, perubahan dari waktu ke waktu, komposisi, dan perbandingan antarkategori.

Data perlu disajikan secara proporsional. Skala, label, periode, unit, dan sumber harus terlihat jelas.

Perbandingan

Dua atau beberapa konsep dapat dibandingkan berdasarkan kriteria yang sama.

Contohnya adalah perbedaan asesmen formatif dan sumatif, jenis risiko, level layanan, atau pilihan metode komunikasi.

Peta konsep

Infografis dapat memperlihatkan hubungan antara satu konsep utama dan beberapa komponen pendukung.

Format ini sesuai untuk memperkenalkan kerangka kerja, struktur organisasi, klasifikasi, atau ekosistem proses bisnis.

Rangkuman materi

Poin penting dari modul atau sesi pelatihan dapat diringkas menjadi satu visual yang mudah diakses kembali.

Aturan dan larangan

Infografis dapat digunakan untuk menyampaikan tindakan yang harus dilakukan dan dihindari, misalnya dalam materi keselamatan, keamanan informasi, kepatuhan, dan etika kerja.

Jenis Infografis Pembelajaran

1. Infografis prosedural

Infografis prosedural menunjukkan langkah-langkah yang harus dilakukan secara berurutan.

Elemen yang biasanya digunakan meliputi nomor, panah, ikon tindakan, titik keputusan, dan hasil pada setiap tahap.

2. Infografis informasional

Jenis ini digunakan untuk menjelaskan satu topik melalui beberapa bagian informasi.

Setiap bagian dapat memuat subjudul, penjelasan singkat, ikon, dan contoh.

3. Infografis perbandingan

Dua atau lebih objek ditempatkan dalam struktur visual yang sejajar. Peserta dapat melihat persamaan dan perbedaannya berdasarkan kriteria tertentu.

4. Infografis statistik

Data numerik disajikan melalui angka utama, diagram, grafik sederhana, dan penjelasan singkat.

Visualisasi harus membantu peserta memahami data, bukan membuatnya terlihat lebih dramatis.

5. Infografis timeline

Timeline menunjukkan perkembangan, tahapan, atau peristiwa berdasarkan urutan waktu.

Format ini dapat digunakan untuk menjelaskan jadwal project, sejarah perusahaan, masa berlaku kebijakan, atau tahapan pengembangan produk.

6. Infografis hierarki

Infografis hierarki menunjukkan tingkatan, prioritas, atau hubungan dari tingkat umum menuju tingkat yang lebih khusus.

Contohnya adalah level eskalasi masalah, struktur tanggung jawab, dan klasifikasi risiko.

7. Infografis interaktif

Peserta dapat mengeklik objek, membuka informasi tambahan, memilih kategori, atau menjelajahi bagian tertentu.

Format ini dapat dimasukkan ke dalam e-learning ketika materi memiliki beberapa lapisan informasi yang tidak perlu ditampilkan secara bersamaan.

8. Infografis bergerak

Motion infographic menggunakan animasi untuk memperlihatkan alur, perubahan, atau urutan informasi.

Penggunaan gerak perlu dikendalikan agar tidak mengalihkan perhatian peserta dari pesan utama.

Infografis Pembelajaran Bukan Sekadar Materi yang Dipercantik

Kesalahan yang sering terjadi adalah memindahkan seluruh paragraf ke dalam template visual. Hasilnya memang lebih berwarna, tetapi tetap padat dan sulit dipahami.

Infografis yang baik membutuhkan proses seleksi informasi. Pengembang perlu menentukan:

  • informasi yang wajib diketahui

  • informasi yang perlu dipahami

  • informasi pendukung

  • hubungan antarinformasi

  • tindakan yang diharapkan dari peserta

  • urutan membaca yang paling logis

Jika semua informasi dianggap sama penting, peserta tidak memiliki petunjuk mengenai bagian yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

Karena itu, pengembangan infografis melibatkan keputusan pembelajaran, komunikasi, dan desain visual sekaligus.

Prinsip Desain Infografis Pembelajaran

1. Mulai dari tujuan pembelajaran

Sebelum memilih warna atau ilustrasi, tentukan hal yang perlu dipahami atau dilakukan peserta setelah melihat infografis.

Tujuan tersebut akan menentukan jenis informasi dan struktur visual yang digunakan.

2. Tetapkan satu pesan utama

Satu infografis sebaiknya memiliki fokus yang jelas. Terlalu banyak pesan akan membuat tampilannya padat dan arah komunikasinya kabur.

Jika materi sangat luas, konten dapat dibagi menjadi beberapa seri infografis.

3. Bangun hierarki visual

Ukuran, posisi, warna, dan jarak dapat digunakan untuk menunjukkan tingkat kepentingan informasi.

Judul utama perlu mudah ditemukan. Subjudul harus dapat dibedakan dari isi. Angka atau peringatan penting dapat diberi penekanan tanpa membuat semua elemen saling berebut perhatian.

4. Gunakan teks secara ringkas

Teks dalam infografis sebaiknya menggunakan kalimat langsung dan mudah dipindai.

Istilah teknis tetap dapat digunakan jika sesuai dengan peserta. Berikan penjelasan singkat untuk istilah yang berpotensi menimbulkan perbedaan pemahaman.

5. Pilih visual yang memiliki fungsi

Ikon, ilustrasi, grafik, atau diagram harus membantu menjelaskan informasi. Visual dekoratif yang berlebihan justru dapat menambah beban perhatian.

6. Jaga konsistensi

Gunakan gaya ikon, bentuk, ilustrasi, warna, dan tipografi yang konsisten. Konsistensi membantu peserta memahami pengelompokan informasi sekaligus menjaga identitas visual perusahaan.

7. Pastikan data akurat

Angka, label, unit, periode, dan sumber harus diperiksa sebelum dipublikasikan.

Grafik juga perlu menggunakan proporsi yang tepat agar tidak memberikan kesan yang menyesatkan.

8. Perhatikan keterbacaan

Teks harus tetap terbaca pada media yang digunakan. Infografis yang dirancang untuk layar presentasi belum tentu nyaman dibaca melalui telepon genggam.

Kontras warna, ukuran huruf, jarak, dan kepadatan informasi perlu diuji pada perangkat target.

9. Pertimbangkan aksesibilitas

Informasi penting sebaiknya tidak dibedakan hanya berdasarkan warna. Gunakan label, pola, bentuk, atau ikon sebagai penanda tambahan.

Untuk penggunaan digital, sediakan teks alternatif atau versi tekstual agar informasi tetap dapat diakses oleh pengguna yang membutuhkan teknologi bantu.

Tahapan Pengembangan Infografis Pembelajaran

1. Menganalisis kebutuhan

Tentukan masalah pembelajaran yang ingin diselesaikan, karakteristik peserta, konteks penggunaan, media distribusi, dan hasil yang diharapkan.

2. Mengumpulkan dan memverifikasi materi

Materi dapat berasal dari SOP, modul, hasil wawancara dengan subject matter expert, kebijakan perusahaan, atau data internal.

Informasi perlu diperiksa sebelum masuk ke proses desain.

3. Menentukan pesan utama

Rumuskan satu pesan inti yang ingin disampaikan. Pesan ini menjadi dasar dalam memilih informasi pendukung.

4. Menyederhanakan konten

Konten dipilah menjadi judul, poin utama, fakta, contoh, data, dan tindakan.

Penyederhanaan tidak berarti menghilangkan informasi penting. Tujuannya adalah membuat materi lebih terarah tanpa mengubah makna.

5. Memilih struktur visual

Pilih format yang sesuai dengan hubungan informasi.

Kebutuhan MateriStruktur yang SesuaiMenjelaskan langkah kerjaProsedur atau flowchartMembandingkan beberapa pilihanPerbandinganMenunjukkan perubahan waktuTimelineMenjelaskan hubungan konsepPeta konsepMenampilkan komposisiGrafik atau diagram proporsiMenjelaskan tingkatanHierarkiMerangkum beberapa kategoriInformasional

6. Membuat wireframe

Wireframe merupakan rancangan awal posisi judul, teks, data, gambar, dan arah membaca.

Tahap ini membantu tim memeriksa logika informasi sebelum masuk ke proses desain visual.

7. Mengembangkan desain

Desainer menerapkan warna, tipografi, ikon, ilustrasi, grafik, dan identitas visual perusahaan.

Jika infografis menjadi bagian dari e-learning, tampilannya perlu diselaraskan dengan konten pembelajaran lainnya.

8. Melakukan review

Subject matter expert memeriksa akurasi materi. Instructional designer meninjau kejelasan dan kesesuaiannya dengan tujuan pembelajaran. Desainer memeriksa konsistensi serta keterbacaan visual.

9. Melakukan uji pengguna

Beberapa calon peserta dapat diminta melihat infografis dan menjelaskan kembali pesan yang mereka tangkap.

Jika peserta salah memahami urutan, data, atau pesan utama, desain perlu diperbaiki.

10. Menyiapkan format akhir

Infografis dapat disiapkan dalam ukuran dan format berbeda berdasarkan kebutuhan, seperti PNG, PDF, slide presentasi, halaman e-learning, atau versi cetak.

Contoh Penggunaan Infografis dalam Pelatihan Perusahaan

Infografis pembelajaran dapat digunakan dalam berbagai topik pelatihan.

Onboarding karyawan

  • struktur organisasi

  • perjalanan karyawan baru

  • fasilitas dan layanan internal

  • kanal komunikasi

  • aturan dasar perusahaan

Keselamatan kerja

  • penggunaan alat pelindung diri

  • prosedur evakuasi

  • identifikasi bahaya

  • pelaporan insiden

  • tindakan dalam kondisi darurat

Kepatuhan

  • kategori konflik kepentingan

  • alur pelaporan pelanggaran

  • perlindungan data

  • larangan gratifikasi

  • prinsip anti-fraud

Operasional

  • tahapan pemeriksaan kualitas

  • alur persetujuan

  • proses penanganan keluhan

  • distribusi dokumen

  • pembagian tanggung jawab

Leadership dan komunikasi

  • langkah memberikan umpan balik

  • alur percakapan coaching

  • pendekatan penanganan konflik

  • teknik delegasi

  • struktur komunikasi efektif

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Terlalu banyak teks

Infografis yang dipenuhi paragraf panjang kehilangan fungsi visualnya. Informasi sebaiknya dipadatkan dan dikelompokkan.

Semua elemen diberi penekanan

Jika semua teks menggunakan ukuran besar, warna cerah, atau huruf tebal, tidak ada lagi hierarki yang membantu peserta menentukan prioritas.

Menggunakan ikon yang ambigu

Ikon yang tidak umum atau tidak disertai label dapat menimbulkan interpretasi berbeda.

Mengubah data agar terlihat menarik

Memotong skala grafik, memperbesar proporsi, atau menghilangkan konteks dapat membuat data menyesatkan.

Mengabaikan sumber informasi

Infografis yang memuat data, peraturan, atau fakta perlu mencantumkan sumber serta periode informasi.

Tidak menyesuaikan media distribusi

Infografis vertikal yang panjang mungkin sesuai untuk perangkat seluler, tetapi tidak efektif jika dipasang pada satu slide presentasi.

Mengandalkan visual tanpa penjelasan

Beberapa materi tetap membutuhkan konteks tambahan. Infografis dapat menjadi bagian dari modul, video, penjelasan fasilitator, atau aktivitas pembelajaran lain.

Contoh Konten Infografis Pembelajaran

Judul Infografis: 6 Langkah Penanganan Insiden Keamanan Data

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari infografis, karyawan dapat mengidentifikasi tindakan awal yang perlu dilakukan ketika menemukan dugaan insiden keamanan data.

Isi utama:

  1. Kenali insiden
    Identifikasi akses tidak sah, kehilangan perangkat, kesalahan pengiriman, atau kebocoran data.

  2. Hentikan aktivitas berisiko
    Jangan meneruskan file, menghapus bukti, atau melakukan perubahan tanpa arahan.

  3. Catat informasi awal
    Dokumentasikan waktu, sistem, jenis data, dan pihak yang mengetahui kejadian.

  4. Laporkan melalui kanal resmi
    Hubungi tim atau petugas yang ditunjuk sesuai prosedur perusahaan.

  5. Ikuti arahan penanganan
    Berikan informasi yang dibutuhkan dan hindari menyebarkan kejadian kepada pihak yang tidak berkepentingan.

  6. Dokumentasikan tindak lanjut
    Catat tindakan korektif dan langkah pencegahan sesuai hasil pemeriksaan.

Placeholder contoh konten:

Contoh Infografis

Keterangan yang dapat digunakan:
“Infografis ini membantu karyawan mengingat tindakan awal ketika menemukan dugaan insiden keamanan data. Setiap langkah disusun secara berurutan dan dilengkapi ikon agar mudah dipindai.”

Cara Mengukur Efektivitas Infografis Pembelajaran

Tampilan yang menarik belum membuktikan bahwa infografis membantu peserta belajar. Efektivitasnya dapat diperiksa melalui beberapa cara:

  • meminta peserta menjelaskan kembali pesan utama

  • memberikan pertanyaan sebelum dan sesudah melihat infografis

  • mengamati ketepatan peserta dalam mengikuti prosedur

  • mengukur kecepatan peserta menemukan informasi

  • mengumpulkan masukan mengenai keterbacaan

  • mengidentifikasi bagian yang sering disalahpahami

  • membandingkan kesalahan sebelum dan setelah penggunaan

  • memantau frekuensi akses pada versi digital

Indikator perlu disesuaikan dengan fungsi infografis. Jika tujuannya sebagai panduan kerja, kemampuan peserta menemukan dan menerapkan informasi lebih relevan daripada kemampuan menghafal seluruh isi.

Kesimpulan

Infografis pembelajaran membantu perusahaan menyajikan informasi kompleks dalam bentuk yang lebih terstruktur, ringkas, dan mudah dipindai.

Media ini dapat digunakan untuk menjelaskan prosedur, membandingkan konsep, merangkum materi, menampilkan data, serta memperlihatkan hubungan antarinformasi. Infografis juga dapat menjadi materi penguatan yang diakses kembali setelah pelatihan selesai.

Namun, efektivitasnya tidak hanya ditentukan oleh warna, ikon, atau ilustrasi. Pengembangan perlu dimulai dari tujuan pembelajaran, akurasi materi, struktur informasi, hierarki visual, konteks penggunaan, dan karakteristik peserta.

Ioda Academy menyediakan layanan Pengembangan Konten Pembelajaran, termasuk pengembangan infografis untuk kebutuhan perusahaan, kampus, dan institusi. Prosesnya dapat mencakup analisis materi, penyederhanaan konten, penyusunan struktur informasi, desain visual, review bersama subject matter expert, hingga penyediaan format akhir sesuai media distribusi.

Referensi

  1. Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Infografis terhadap Hasil Belajar — Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, Universitas Negeri Malang
  2. Pengembangan Media Infografis sebagai Media Penunjang Pembelajaran — PEDADIDAKTIKA, Universitas Pendidikan Indonesia
  3. Pengalaman Guru dan Siswa dalam Penggunaan Infografis sebagai Media Pembelajaran — Journal of Education Action Research, Universitas Pendidikan Ganesha

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan infografis pembelajaran dan poster biasa?

Infografis pembelajaran dirancang untuk membantu peserta memahami data, prosedur, konsep, atau hubungan antarinformasi. Poster biasa dapat memiliki tujuan yang lebih luas, seperti memberikan pengumuman, membangun kesadaran, atau mempromosikan kegiatan.

Apakah seluruh materi pelatihan dapat diubah menjadi infografis?

Tidak selalu. Infografis paling sesuai untuk informasi yang dapat diringkas, dikelompokkan, dibandingkan, atau disusun dalam suatu alur. Materi yang memerlukan penjelasan mendalam, praktik, diskusi, atau analisis tetap membutuhkan format pembelajaran lain.

Apakah infografis dapat dimasukkan ke dalam e-learning?

Ya. Infografis dapat digunakan sebagai bagian dari materi, rangkuman, panduan proses, aktivitas interaktif, atau media penguatan. Format dan ukurannya perlu disesuaikan dengan tampilan e-learning serta perangkat yang digunakan peserta.

Artikel Terkait

Diskusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.

Panduan Lengkap Pembelian Bootcamp di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi data dengan benar karena data tersebut yang dilampirkan di sertifikat
  3. Jika kamu sudah melakukan pembayaran, maka link di Mayar akan berubah menjadi seperti ini. Kamu bisa klik bergabung ke grup Whatsapp yang ada di tampilan layar
    Lihat disini
  4. Selain itu kamu juga bisa cek di Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  5. Link zoom selama Bootcamp akan dibagikan melalui Grup Whatsapp
    Lihat disini

  6. Untuk rekaman kelas dan project yang harus dikerjakan selama Bootcamp berlangsung bisa kamu akses di https://studentcenter.iodacademy.id/
  7. Terakhir, enjoy the class🚀

Panduan Lengkap Pembelian Kelas di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi email dengan benar karena email itu yang akan digunakan untuk mengakses LMS
  3. Selanjutnya kamu silahkan cek Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  4. Semua video learning yang kamu beli dapat kamu akses di https://iodacademy.myr.id/portal dengan cara memasukkan email yang sudah kamu daftarkan di form pendaftaran tadi
    Lihat disini
  5. Terakhir, enjoy the class🚀

Panduan Lengkap Pembelian Workshop Praktikal Bersertifikat di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi data dengan benar karena data tersebut yang dilampirkan di sertifikat
  3. Jika kamu sudah melakukan pembayaran, maka link di Mayar akan berubah menjadi seperti ini. Kamu bisa klik bergabung ke grup Whatsapp yang ada di tampilan layar
    Lihat disini
  4. Selain itu kamu juga bisa cek di Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  5. Link zoom selama Workshop akan dibagikan melalui Grup Whatsapp
    Lihat disini

  6. Terakhir, enjoy the class🚀