Daftar Isi
Sorotan
- H5P interactive content memungkinkan organisasi membuat video, presentasi, kuis, simulasi, dan aktivitas digital yang dapat digunakan melalui web atau LMS.
- H5P menyediakan berbagai jenis konten untuk kebutuhan penjelasan, latihan, asesmen, eksplorasi, dan pengambilan keputusan.
- Pemilihan jenis interaksi harus mengikuti tujuan pembelajaran, bukan hanya karena fiturnya terlihat menarik.
- H5P dapat digunakan melalui beberapa model implementasi, termasuk integrasi dengan Moodle, WordPress, Drupal, dan LMS yang mendukung LTI.
- Pencatatan penyelesaian dan nilai bergantung pada jenis konten, konfigurasi, metode integrasi, serta LMS yang digunakan.
- Konten tetap perlu melalui proses analisis, storyboard, pengembangan, review, pengujian, dan pemeriksaan aksesibilitas.
Materi digital tidak harus selalu disajikan sebagai video yang ditonton dari awal sampai akhir atau dokumen yang dibaca secara pasif. Peserta juga dapat diminta menjawab pertanyaan, memilih keputusan, mengurutkan proses, mengeklik bagian gambar, mencocokkan informasi, atau mengikuti alur yang berubah berdasarkan pilihan mereka.
Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengembangkan aktivitas tersebut adalah H5P.
H5P interactive content menyediakan berbagai jenis aktivitas pembelajaran berbasis web. Konten dapat digunakan untuk menyisipkan pertanyaan ke dalam video, membuat presentasi interaktif, mengembangkan branching scenario, menyusun kuis, atau menggabungkan beberapa aktivitas dalam satu materi.
H5P juga dapat diintegrasikan dengan sejumlah platform pembelajaran. Namun, keberadaan fitur interaktif belum otomatis menghasilkan pengalaman belajar yang efektif. Interaksi harus memiliki fungsi pembelajaran yang jelas, instruksinya perlu mudah dipahami, dan umpan baliknya harus membantu peserta memperbaiki pemahaman.
Apa Itu H5P Interactive Content?
H5P adalah teknologi berbasis HTML5 yang digunakan untuk membuat, membagikan, dan menjalankan konten interaktif melalui browser.
Pengembang konten dapat memilih jenis aktivitas, memasukkan teks, gambar, audio, video, pertanyaan, dan umpan balik, kemudian menempatkannya pada lingkungan pembelajaran yang mendukung H5P.
H5P menyediakan berbagai jenis konten untuk kebutuhan berbeda, antara lain:
Interactive Video
Course Presentation
Branching Scenario
Interactive Book
Multiple Choice
Drag and Drop
Fill in the Blanks
Flashcards
Image Hotspots
Image Choice
Accordion
Timeline
Question Set
Documentation Tool
Daftar jenis konten dapat berkembang atau berubah. Tidak semua jenis konten memiliki dukungan fitur, mekanisme skor, dan tingkat aksesibilitas yang sama.
Dokumentasi resmi H5P menyediakan contoh berbagai tipe konten, termasuk Interactive Video, Course Presentation, Branching Scenario, dan Documentation Tool.
Bagaimana H5P Digunakan dalam Pembelajaran?
Secara umum, penggunaan H5P melibatkan tiga komponen:
1. Authoring
Tim pengembang membuat konten melalui editor H5P. Editor menyediakan bidang untuk memasukkan materi, menentukan interaksi, menulis umpan balik, mengatur perilaku konten, dan menyesuaikan beberapa pengaturan tampilan.
2. Publishing
Konten ditempatkan pada platform yang mendukung H5P, misalnya LMS atau situs web. Metode implementasinya dapat berbeda berdasarkan platform dan layanan yang digunakan.
Tim inti H5P menyediakan plugin untuk Moodle, WordPress, dan Drupal. Layanan H5P berbasis SaaS juga dapat dihubungkan dengan LMS melalui LTI.
3. Tracking
Beberapa jenis konten dapat menghasilkan data interaksi, penyelesaian, atau skor.
Data yang tersedia bergantung pada:
jenis konten
aktivitas yang digunakan
konfigurasi skor
tombol submit
metode integrasi
pengaturan LMS
pelaporan yang tersedia
status pengguna ketika mengakses konten
Dokumentasi H5P menjelaskan bahwa mekanisme pembentukan skor berbeda pada setiap tipe konten. Interactive Video, Course Presentation, Documentation Tool, dan Branching Scenario memiliki kondisi pengiriman skor yang berbeda.
Karena itu, tim tidak boleh langsung menganggap seluruh klik atau interaksi akan otomatis tercatat sebagai nilai di LMS.
Mengapa H5P Relevan untuk Pelatihan Perusahaan?
1. Menambahkan aktivitas pada materi digital
H5P dapat mengubah sebagian materi dari aktivitas melihat atau membaca menjadi aktivitas memilih, mencoba, mengelompokkan, dan mengambil keputusan.
Sebagai contoh, video keselamatan dapat dihentikan pada bagian tertentu. Peserta kemudian diminta mengidentifikasi bahaya sebelum video dilanjutkan.
2. Mendukung latihan singkat
Peserta dapat berlatih setelah mempelajari satu konsep tanpa harus menunggu asesmen akhir. Latihan dapat berupa:
pilihan ganda
benar-salah
drag and drop
mencocokkan
mengisi bagian kosong
memilih gambar
menandai bagian gambar
mengurutkan langkah
3. Memberikan umpan balik langsung
H5P dapat menampilkan umpan balik berdasarkan jawaban peserta. Umpan balik dapat menjelaskan:
alasan jawaban tepat
bagian jawaban yang kurang tepat
konsep yang perlu diperhatikan
dampak keputusan
langkah yang seharusnya dilakukan
bagian materi yang perlu diulang
4. Membuat simulasi keputusan
Branching Scenario memungkinkan pilihan peserta menentukan konten atau jalur berikutnya. Jenis ini dapat digunakan untuk:
pelayanan pelanggan
kepemimpinan
penjualan
penanganan konflik
keselamatan kerja
keamanan informasi
kepatuhan
pengambilan keputusan operasional
Dokumentasi resmi H5P menjelaskan Branching Scenario sebagai tipe konten fleksibel yang dapat menyajikan berbagai konten interaktif dan pilihan kepada peserta.
5. Menggunakan kembali materi yang tersedia
Video, gambar, materi presentasi, dan pertanyaan yang sudah dimiliki organisasi dapat diolah menjadi aktivitas interaktif.
Materi tetap perlu ditinjau dan disesuaikan. Mengunggah aset lama tanpa memperbaiki struktur belum tentu menghasilkan konten yang sesuai untuk pembelajaran mandiri.
6. Digunakan pada berbagai topik
H5P dapat diterapkan pada materi:
onboarding
product knowledge
compliance
keselamatan kerja
pelayanan pelanggan
kepemimpinan
penggunaan sistem
kemampuan teknis
komunikasi
quality assurance
keamanan informasi
prosedur operasional
Jenis H5P Interactive Content yang Dapat Digunakan
1. Interactive Video
Interactive Video memungkinkan tim menambahkan interaksi pada bagian tertentu dalam video. Interaksi dapat digunakan untuk:
menghentikan video dan menampilkan pertanyaan
meminta peserta memprediksi tindakan berikutnya
menampilkan informasi tambahan
mengarahkan peserta ke bagian tertentu
memberikan tautan
memeriksa pemahaman
merangkum isi video
Interactive Video sesuai ketika peserta perlu mengamati situasi, proses, percakapan, atau demonstrasi.
Interaksi tidak perlu muncul terlalu sering. Terlalu banyak jeda dapat mengganggu alur dan membuat peserta berfokus pada menjawab soal, bukan memahami materi.
2. Course Presentation
Course Presentation menyajikan materi dalam struktur menyerupai rangkaian slide yang dapat memuat teks, gambar, audio, video, dan pertanyaan. Format ini dapat digunakan untuk:
microlearning
pengantar topik
rangkuman konsep
penjelasan proses
pembelajaran mandiri
latihan terpandu
Course Presentation berbeda dari file presentasi biasa karena dapat memuat aktivitas interaktif di dalamnya.
Dokumentasi H5P menjelaskan bahwa Course Presentation dapat berisi multimedia, teks, rangkuman interaktif, pertanyaan pilihan ganda, serta video interaktif.
3. Branching Scenario
Branching Scenario mengarahkan peserta ke jalur berbeda berdasarkan pilihan yang dibuat.
Peserta dapat menghadapi situasi, memilih respons, melihat dampaknya, dan melanjutkan ke kondisi berikutnya. Jenis ini sesuai untuk kompetensi yang melibatkan:
pertimbangan situasi
pemilihan tindakan
konsekuensi keputusan
komunikasi
pemecahan masalah
eskalasi
penerapan prosedur
Branching Scenario tidak hanya membutuhkan penulisan materi. Tim juga perlu merancang peta alur, keputusan, konsekuensi, percabangan, titik akhir, dan mekanisme skor.
4. Interactive Book
Interactive Book menggabungkan beberapa bagian materi dan aktivitas dalam struktur seperti buku digital. Isinya dapat mencakup:
teks
gambar
video
pertanyaan
latihan
rangkuman
aktivitas interaktif lainnya
Interactive Book dapat digunakan ketika materi memiliki beberapa bab atau subtopik yang perlu dipelajari dalam satu rangkaian.
5. Drag and Drop
Peserta menyeret objek menuju kategori, posisi, urutan, atau pasangan yang sesuai. Format ini dapat digunakan untuk:
mengelompokkan jenis dokumen
menyusun tahapan proses
menempatkan alat pada posisi yang benar
memasangkan risiko dengan mitigasi
mengklasifikasikan produk
mengidentifikasi komponen
Drag and drop perlu memiliki instruksi yang jelas. Area tujuan dan objek yang dipindahkan juga harus mudah dikenali.
6. Image Hotspots
Peserta mengeklik bagian tertentu pada gambar untuk membuka informasi tambahan. Jenis ini dapat digunakan untuk:
pengenalan mesin
denah fasilitas
antarmuka aplikasi
struktur produk
perlengkapan keselamatan
bagian dokumen
titik pemeriksaan
Hotspot perlu memiliki ukuran yang cukup dan tidak bergantung pada tebakan mengenai lokasi yang dapat diklik.
7. Image Choice

Peserta memilih satu atau beberapa gambar sebagai jawaban. Format ini dapat digunakan untuk:
mengenali alat
memilih contoh penataan yang benar
mengidentifikasi bahaya
membedakan produk
memilih penggunaan APD
menilai kualitas visual
Gambar harus cukup jelas dan tidak menimbulkan jawaban ganda yang tidak direncanakan.
8. Multiple Choice dan True/False
Jenis ini dapat digunakan untuk memeriksa pemahaman konsep, prosedur, atau keputusan.
Soal sebaiknya tidak hanya menanyakan definisi. Gunakan situasi kerja, data, potongan dokumen, atau masalah sebagai stimulus.
9. Fill in the Blanks

Peserta melengkapi bagian teks yang kosong. Jenis ini sesuai untuk:
istilah
rumus
susunan kalimat
kode
langkah penting
bagian dokumen
Gunakan secara hati-hati karena variasi ejaan dapat menyebabkan jawaban yang sebenarnya setara dianggap salah jika alternatif jawaban tidak disiapkan.
10. Accordion
Accordion menyembunyikan dan menampilkan bagian informasi berdasarkan pilihan peserta. Format ini dapat membantu mengatur:
FAQ
definisi
tahapan
kategori
contoh
informasi tambahan
Accordion memberikan kontrol terhadap tampilan informasi, tetapi belum tentu dapat disebut sebagai aktivitas belajar jika peserta hanya membuka dan menutup bagian.
11. Timeline
Timeline menyajikan informasi berdasarkan urutan waktu. Jenis ini dapat digunakan untuk menjelaskan:
sejarah organisasi
jadwal project
siklus kebijakan
masa berlaku dokumen
perkembangan produk
tahapan implementasi
12. Documentation Tool
Documentation Tool dapat memandu peserta mengisi atau menyusun respons melalui beberapa tahap. Format ini dapat digunakan untuk:
refleksi
perencanaan tindakan
analisis kebutuhan
pencatatan ide
penyusunan draft
dokumentasi hasil aktivitas
Sebelum digunakan untuk kebutuhan formal, tim perlu memeriksa cara data disimpan, dikirim, diekspor, dan diakses kembali melalui implementasi H5P yang digunakan.
Memilih Jenis H5P Berdasarkan Tujuan Pembelajaran

Tabel tersebut bukan aturan mutlak. Satu tujuan dapat dikembangkan dengan beberapa jenis konten. Pemilihan perlu mempertimbangkan:
karakteristik materi
tingkat kemampuan
waktu belajar
perangkat peserta
kebutuhan skor
dukungan LMS
aksesibilitas
biaya pengembangan
kebutuhan pembaruan
H5P Bukan Sekadar Menambahkan Klik
Konten dapat memiliki banyak tombol, animasi, dan pertanyaan tetapi tetap tidak membantu proses belajar. Interaksi yang baik membutuhkan tindakan mental dari peserta. Peserta perlu mengamati, mengingat, membandingkan, menganalisis, memilih, atau mengevaluasi informasi.
Sebagai contoh, menambahkan tombol pada setiap paragraf hanya mengubah cara informasi ditampilkan. Peserta tetap menerima informasi secara pasif. Sebaliknya, pertanyaan yang meminta peserta mengidentifikasi risiko pada sebuah situasi dapat membantu mereka memproses materi. Sebelum menambahkan interaksi, tim perlu menjawab:
Apa yang harus dipikirkan peserta?
Bukti apa yang menunjukkan bahwa peserta memahami materi?
Kesalahan apa yang mungkin dilakukan?
Umpan balik apa yang dibutuhkan?
Apakah aktivitas ini lebih efektif daripada teks atau gambar biasa?
Apakah hasil aktivitas perlu dicatat?
Prinsip Pengembangan H5P Interactive Content
1. Selaraskan dengan tujuan pembelajaran
Jika tujuan meminta peserta mengidentifikasi bahaya, gunakan gambar atau video yang memuat situasi untuk dianalisis. Jika tujuan meminta peserta mengambil keputusan, gunakan skenario dengan pilihan dan konsekuensi. Hindari memilih tipe konten terlebih dahulu, kemudian memaksakan materi agar sesuai dengan fiturnya.
2. Berikan instruksi yang jelas
Peserta perlu mengetahui:
apa yang harus dilakukan
berapa jawaban yang dapat dipilih
apakah jawaban dapat diulang
apakah aktivitas dinilai
cara mengirim jawaban
tindakan setelah menyelesaikan aktivitas
3. Pecah materi menjadi bagian yang terarah
Satu aktivitas sebaiknya memiliki fokus yang jelas. Jangan memasukkan terlalu banyak materi, pertanyaan, dan jenis interaksi dalam satu tampilan.
Materi yang luas dapat dibagi menjadi beberapa aktivitas yang saling terhubung.
4. Gunakan konteks kerja
Aktivitas akan lebih bermakna jika menggunakan:
kasus yang realistis
istilah yang digunakan peserta
dokumen kerja
sistem yang relevan
data yang masuk akal
kesalahan yang benar-benar mungkin terjadi
keputusan yang sesuai dengan kewenangan peserta
5. Tulis distraktor yang masuk akal
Pada soal pilihan ganda, pilihan salah perlu mewakili miskonsepsi atau kesalahan yang mungkin dilakukan peserta. Pilihan yang terlalu tidak masuk akal membuat soal mudah ditebak dan tidak memberikan informasi yang berarti mengenai pemahaman peserta.
6. Berikan umpan balik yang informatif
Umpan balik tidak cukup hanya menyatakan “benar” atau “salah”. Umpan balik dapat menjelaskan:
alasan pilihan tepat
risiko dari pilihan kurang tepat
prosedur yang perlu diperhatikan
informasi yang terlewat
tindakan perbaikan
materi yang perlu dipelajari kembali
7. Gunakan media secara proporsional
Gambar, audio, video, dan animasi perlu mendukung materi. Hindari file media berukuran besar jika tidak memberikan manfaat yang sebanding. Ukuran media dapat memengaruhi waktu muat, terutama ketika peserta menggunakan perangkat atau koneksi yang terbatas.
8. Pertimbangkan penggunaan melalui perangkat seluler
Periksa:
ukuran tombol
panjang teks
area klik
keterbacaan gambar
fungsi drag and drop
tampilan video
orientasi layar
kebutuhan scroll
waktu muat
Aktivitas yang nyaman melalui laptop belum tentu mudah digunakan melalui telepon genggam.
9. Periksa aksesibilitas setiap tipe konten
Tidak semua tipe H5P memiliki dukungan aksesibilitas yang sama. Dokumentasi rekomendasi tipe konten H5P menyediakan informasi mengenai status dukungan, keterbatasan, dan rekomendasi penggunaan.
Tim tetap perlu:
menambahkan alt text
memberikan caption dan transkrip
memastikan kontras
memeriksa penggunaan keyboard
menghindari instruksi yang hanya mengandalkan warna
menggunakan bahasa yang jelas
menyediakan alternatif ketika interaksi tertentu tidak dapat diakses
10. Rencanakan pencatatan hasil sejak awal
Jika hasil aktivitas digunakan untuk kelulusan, tentukan sejak awal:
jenis data yang dibutuhkan
nilai yang dicatat
passing grade
jumlah percobaan
aturan pengulangan
status penyelesaian
cara data dikirim ke LMS
cara laporan diakses
tindakan jika data gagal tercatat
Jangan menunggu konten selesai untuk memeriksa apakah hasilnya dapat direkam sesuai kebutuhan.
Integrasi H5P dengan LMS dan Platform Digital
Moodle
Moodle memiliki Content Bank yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mengelola konten H5P. Konten dapat ditambahkan sebagai aktivitas atau disisipkan pada bagian tertentu, bergantung pada versi, konfigurasi, dan hak akses.
Dokumentasi Moodle menjelaskan bahwa konten dari H5P.com atau aplikasi authoring lain dapat diunduh sebagai file H5P, kemudian diunggah ke Content Bank untuk digunakan pada course.
WordPress dan Drupal
H5P menyediakan integrasi untuk WordPress dan Drupal. Konten dapat dibuat dan ditempatkan pada halaman yang mendukung implementasi tersebut.
Tim perlu mempertimbangkan autentikasi pengguna, pelaporan, pemeliharaan plugin, keamanan, dan pembaruan.
LMS melalui LTI
Layanan H5P berbasis SaaS dapat diintegrasikan dengan LMS yang mendukung LTI. Integrasi dapat mendukung penyajian konten, autentikasi, dan pengiriman nilai sesuai konfigurasi. H5P menyebutkan dukungan integrasi dengan platform seperti Moodle, Canvas, Blackboard, dan Brightspace melalui mekanisme yang tersedia.
Situs atau portal internal
H5P dapat digunakan melalui situs atau portal yang memiliki integrasi sesuai. Sebelum implementasi, tim teknologi perlu memeriksa:
kompatibilitas
hosting
keamanan
pengelolaan akun
penyimpanan data
backup
pembaruan
dukungan teknis
analitik
privasi
Tahapan Mengembangkan H5P Interactive Content
1. Menganalisis kebutuhan
Identifikasi:
masalah pembelajaran
sasaran peserta
kompetensi yang dibutuhkan
pengetahuan awal
perangkat
koneksi
LMS
kebutuhan pelaporan
kebutuhan aksesibilitas
waktu penyelesaian
2. Menentukan tujuan pembelajaran
Gunakan kata kerja yang dapat diamati, seperti:
memilih
mengidentifikasi
mengurutkan
membandingkan
mengklasifikasikan
menganalisis
menentukan
mengevaluasi
Tujuan tersebut membantu menentukan jenis interaksi.
3. Menentukan bukti pencapaian
Tentukan tindakan atau jawaban yang menunjukkan bahwa peserta telah memahami materi.
Contoh:
peserta dapat memilih tindakan pengamanan yang tepat
peserta dapat mengurutkan proses eskalasi
peserta dapat mengidentifikasi lima bahaya
peserta dapat menentukan kebutuhan persetujuan
peserta dapat memilih respons pelayanan sesuai prosedur
4. Memilih tipe konten
Bandingkan kebutuhan pembelajaran dengan kemampuan setiap tipe H5P.
Pertimbangkan juga:
dukungan skor
aksesibilitas
tampilan seluler
durasi pengembangan
kemudahan pembaruan
kebutuhan aset
kemampuan LMS
5. Menyusun storyboard
Storyboard dapat memuat:

Untuk Branching Scenario, storyboard perlu dilengkapi dengan peta percabangan.
6. Menyiapkan aset
Aset dapat berupa:
naskah
gambar
ilustrasi
ikon
audio
video
soal
data
contoh dokumen
caption
transkrip
alt text
Pastikan organisasi memiliki hak untuk menggunakan aset tersebut.
7. Mengembangkan prototipe
Buat bagian kecil sebagai prototipe sebelum seluruh konten dikembangkan. Prototipe membantu tim memeriksa:
tampilan
alur
jenis interaksi
fungsi skor
waktu pengerjaan
tampilan pada LMS
kesesuaian dengan perangkat peserta
8. Melakukan review
Subject matter expert memeriksa ketepatan materi, istilah, prosedur, dan jawaban. Instructional designer memeriksa tujuan, alur, beban materi, pertanyaan, umpan balik, dan relevansi aktivitas. Tim teknologi memeriksa kompatibilitas, pencatatan data, keamanan, dan performa.
9. Melakukan pengujian
Pengujian perlu mencakup:
jawaban benar
jawaban salah
pengulangan
navigasi
tombol submit
pencatatan skor
status penyelesaian
tautan
audio
video
perangkat seluler
browser
keyboard
screen reader jika relevan
kondisi koneksi lambat
10. Melakukan uji pengguna
Minta beberapa calon peserta menyelesaikan aktivitas tanpa banyak bantuan. Amati apakah mereka:
memahami instruksi
mengetahui objek yang dapat diklik
dapat berpindah antarbagian
memahami umpan balik
mengetahui aktivitas sudah selesai
melihat nilai
menghadapi kendala teknis
11. Mempublikasikan konten
Setelah konten disetujui, dokumentasikan:
judul
versi
pemilik
tanggal publikasi
lokasi
course yang menggunakan
pengaturan skor
sumber aset
jadwal review
12. Memantau hasil
Tinjau:
tingkat penyelesaian
skor
pertanyaan yang sering salah
jumlah percobaan
waktu pengerjaan
bagian yang ditinggalkan
laporan kendala
masukan peserta
Data tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki materi dan interaksi.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Menggunakan interaksi tanpa tujuan
Tombol dan animasi tidak selalu meningkatkan pembelajaran. Setiap interaksi perlu mendukung tindakan mental atau keputusan tertentu.
Terlalu banyak pertanyaan dalam video
Video yang terlalu sering berhenti dapat kehilangan alur. Tempatkan pertanyaan pada bagian yang benar-benar membutuhkan refleksi atau pemeriksaan pemahaman.
Instruksi tidak jelas
Peserta mungkin tidak mengetahui apakah harus mengeklik satu objek, memilih beberapa jawaban, menyeret elemen, atau menekan tombol submit.
Umpan balik hanya benar atau salah
Umpan balik seperti ini belum menjelaskan konsep, risiko, atau cara memperbaiki jawaban.
Menganggap semua aktivitas otomatis dinilai
Tidak semua tipe konten menghasilkan skor dengan cara yang sama. Pengiriman skor juga bergantung pada konfigurasi dan integrasi.
Mengabaikan aksesibilitas
Interaksi berbasis gerakan, gambar, audio, atau drag and drop dapat menimbulkan hambatan jika tidak disertai alternatif yang sesuai.
Tidak menguji melalui LMS
Konten dapat berfungsi pada editor tetapi menghadapi masalah setelah disisipkan ke LMS, misalnya ukuran tampilan, pencatatan skor, izin akses, atau pengaturan penyelesaian.
Membuat percabangan yang terlalu kompleks
Semakin banyak pilihan, semakin banyak jalur yang perlu ditulis, diuji, dan dipelihara.
Gunakan percabangan berdasarkan keputusan yang benar-benar penting bagi tujuan pembelajaran.
Menggunakan media berukuran terlalu besar
Video dan gambar beresolusi tinggi dapat memperlambat waktu muat tanpa memberikan manfaat tambahan.
Tidak merencanakan pembaruan
Materi mengenai kebijakan, produk, sistem, atau regulasi dapat berubah. Konten perlu memiliki pemilik dan jadwal review.
Contoh Konten H5P Interactive Content

Bagian: Interactive Video
Video menampilkan seorang talent menjelaskan materi pembelajaran Pada detik tertentu, video berhenti dan peserta menerima pertanyaan:

Bagian: Drag and Drop
Peserta mengelompokkan tindakan ke dalam dua kategori:

Cara Mengukur Efektivitas H5P Interactive Content
Efektivitas konten tidak cukup dinilai dari jumlah klik atau tampilan. Beberapa indikator yang dapat digunakan meliputi:
Indikator penggunaan
jumlah peserta yang membuka aktivitas
tingkat penyelesaian
bagian yang paling banyak diakses
waktu penyelesaian
jumlah percobaan
tingkat pengulangan
Indikator pembelajaran

skor rata-rata
persentase jawaban benar
pertanyaan yang paling sering salah
peningkatan pre-test dan post-test
kemampuan memilih keputusan
kemampuan menerapkan prosedur
Indikator pengalaman pengguna
kejelasan instruksi
kemudahan navigasi
keterbacaan
kelancaran media
kemudahan penggunaan melalui perangkat
pengalaman peserta dengan umpan balik
Indikator teknis
waktu muat
kegagalan pemutaran video
kesalahan pencatatan skor
kendala browser
kendala pada perangkat seluler
masalah akses
kerusakan tautan
Indikator penerapan
penurunan kesalahan kerja
peningkatan kepatuhan prosedur
ketepatan keputusan
kualitas output
kebutuhan bantuan setelah pelatihan
hasil observasi atasan
Data H5P dan LMS perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Skor rendah dapat menunjukkan kesenjangan pemahaman, tetapi juga dapat disebabkan oleh instruksi yang ambigu, interaksi yang sulit digunakan, atau kegagalan teknis.
Kesimpulan
H5P interactive content dapat membantu organisasi mengubah materi digital menjadi aktivitas yang lebih aktif.
Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat menjawab pertanyaan, menganalisis video, mengeksplorasi gambar, mengurutkan proses, mengelompokkan informasi, dan mengambil keputusan melalui skenario.
Pilihan jenis konten perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Interactive Video sesuai untuk mengamati dan menganalisis tayangan. Course Presentation dan Interactive Book dapat digunakan untuk menyusun materi bertahap. Image Hotspots membantu peserta mengeksplorasi bagian visual. Branching Scenario sesuai untuk latihan pengambilan keputusan.
Namun, interaktivitas bukan tujuan akhir. Konten perlu dikembangkan melalui analisis kebutuhan, perumusan tujuan, pemilihan tipe aktivitas, penyusunan storyboard, pengembangan media, penulisan umpan balik, review, pengujian teknis, dan uji pengguna.
Organisasi juga perlu memeriksa integrasi LMS, metode pencatatan skor, aksesibilitas, performa pada perangkat, keamanan data, serta kebutuhan pemeliharaan.
Ioda Academy menyediakan layanan Pengembangan Konten Pembelajaran, termasuk pengembangan H5P interactive content untuk kebutuhan perusahaan, kampus, dan institusi. Prosesnya dapat mencakup analisis kebutuhan, penyusunan storyboard, pembuatan video dan visual, penulisan soal serta umpan balik, pengembangan aktivitas H5P, integrasi ke LMS, pengujian, dan penyempurnaan konten.
Referensi
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu H5P interactive content?
H5P interactive content adalah konten berbasis HTML5 yang memungkinkan peserta berinteraksi melalui video, presentasi, pertanyaan, gambar, simulasi, dan aktivitas digital lainnya.
Apakah H5P dapat digunakan di Moodle?
Ya. Moodle menyediakan dukungan untuk konten H5P, termasuk pengelolaan melalui Content Bank dan penggunaan sebagai aktivitas. Fitur tepatnya bergantung pada versi, konfigurasi, dan hak akses.
Apakah H5P hanya digunakan untuk kuis?
Tidak. H5P dapat digunakan untuk Interactive Video, Course Presentation, Interactive Book, Branching Scenario, Image Hotspots, Timeline, Documentation Tool, dan berbagai jenis konten lain.
Artikel Terkait
Membuat Game Learning yang Menarik dan Tetap Berorientasi pada Kompetensi
Membuat Game Learning untuk Pelatihan Perusahaan
Podcast Learning sebagai Media Pembelajaran yang Fleksibel dan Mudah Diakses
Podcast Learning untuk Pelatihan dan Pembelajaran
Membuat Bahan Bacaan Pelatihan yang Terstruktur dan Mudah Digunakan
Membuat Bahan Bacaan Pelatihan dalam Format PDF
Diskusi