Skip to main content

Ioda Academy

Arts & Entertainment · 13 menit baca

Membuat Pembelajaran Digital Lebih Aktif dengan H5P Interactive Content

Daftar Isi
Apa Itu H5P Interactive Content?Bagaimana H5P Digunakan dalam Pembelajaran?1. Authoring2. Publishing3. TrackingMengapa H5P Relevan untuk Pelatihan Perusahaan?1. Menambahkan aktivitas pada materi digital2. Mendukung latihan singkat3. Memberikan umpan balik langsung4. Membuat simulasi keputusan5. Menggunakan kembali materi yang tersedia6. Digunakan pada berbagai topikJenis H5P Interactive Content yang Dapat Digunakan1. Interactive Video2. Course Presentation3. Branching Scenario4. Interactive Book5. Drag and Drop6. Image Hotspots7. Image Choice8. Multiple Choice dan True/False9. Fill in the Blanks10. Accordion11. Timeline12. Documentation ToolMemilih Jenis H5P Berdasarkan Tujuan PembelajaranH5P Bukan Sekadar Menambahkan KlikPrinsip Pengembangan H5P Interactive Content1. Selaraskan dengan tujuan pembelajaran2. Berikan instruksi yang jelas3. Pecah materi menjadi bagian yang terarah4. Gunakan konteks kerja5. Tulis distraktor yang masuk akal6. Berikan umpan balik yang informatif7. Gunakan media secara proporsional8. Pertimbangkan penggunaan melalui perangkat seluler9. Periksa aksesibilitas setiap tipe konten10. Rencanakan pencatatan hasil sejak awalIntegrasi H5P dengan LMS dan Platform DigitalMoodleWordPress dan DrupalLMS melalui LTISitus atau portal internalTahapan Mengembangkan H5P Interactive Content1. Menganalisis kebutuhan2. Menentukan tujuan pembelajaran3. Menentukan bukti pencapaian4. Memilih tipe konten5. Menyusun storyboard6. Menyiapkan aset7. Mengembangkan prototipe8. Melakukan review9. Melakukan pengujian10. Melakukan uji pengguna11. Mempublikasikan konten12. Memantau hasilKesalahan yang Perlu DihindariMenggunakan interaksi tanpa tujuanTerlalu banyak pertanyaan dalam videoInstruksi tidak jelasUmpan balik hanya benar atau salahMenganggap semua aktivitas otomatis dinilaiMengabaikan aksesibilitasTidak menguji melalui LMSMembuat percabangan yang terlalu kompleksMenggunakan media berukuran terlalu besarTidak merencanakan pembaruanContoh Konten H5P Interactive ContentBagian: Interactive VideoBagian: Drag and DropCara Mengukur Efektivitas H5P Interactive ContentIndikator penggunaanIndikator pembelajaranIndikator pengalaman penggunaIndikator teknisIndikator penerapanKesimpulan

Sorotan

  • H5P interactive content memungkinkan organisasi membuat video, presentasi, kuis, simulasi, dan aktivitas digital yang dapat digunakan melalui web atau LMS.
  • H5P menyediakan berbagai jenis konten untuk kebutuhan penjelasan, latihan, asesmen, eksplorasi, dan pengambilan keputusan.
  • Pemilihan jenis interaksi harus mengikuti tujuan pembelajaran, bukan hanya karena fiturnya terlihat menarik.
  • H5P dapat digunakan melalui beberapa model implementasi, termasuk integrasi dengan Moodle, WordPress, Drupal, dan LMS yang mendukung LTI.
  • Pencatatan penyelesaian dan nilai bergantung pada jenis konten, konfigurasi, metode integrasi, serta LMS yang digunakan.
  • Konten tetap perlu melalui proses analisis, storyboard, pengembangan, review, pengujian, dan pemeriksaan aksesibilitas.

Materi digital tidak harus selalu disajikan sebagai video yang ditonton dari awal sampai akhir atau dokumen yang dibaca secara pasif. Peserta juga dapat diminta menjawab pertanyaan, memilih keputusan, mengurutkan proses, mengeklik bagian gambar, mencocokkan informasi, atau mengikuti alur yang berubah berdasarkan pilihan mereka.

Salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengembangkan aktivitas tersebut adalah H5P.

H5P interactive content menyediakan berbagai jenis aktivitas pembelajaran berbasis web. Konten dapat digunakan untuk menyisipkan pertanyaan ke dalam video, membuat presentasi interaktif, mengembangkan branching scenario, menyusun kuis, atau menggabungkan beberapa aktivitas dalam satu materi.

H5P juga dapat diintegrasikan dengan sejumlah platform pembelajaran. Namun, keberadaan fitur interaktif belum otomatis menghasilkan pengalaman belajar yang efektif. Interaksi harus memiliki fungsi pembelajaran yang jelas, instruksinya perlu mudah dipahami, dan umpan baliknya harus membantu peserta memperbaiki pemahaman.

Apa Itu H5P Interactive Content?

H5P adalah teknologi berbasis HTML5 yang digunakan untuk membuat, membagikan, dan menjalankan konten interaktif melalui browser.

Pengembang konten dapat memilih jenis aktivitas, memasukkan teks, gambar, audio, video, pertanyaan, dan umpan balik, kemudian menempatkannya pada lingkungan pembelajaran yang mendukung H5P.

H5P menyediakan berbagai jenis konten untuk kebutuhan berbeda, antara lain:

  • Interactive Video

  • Course Presentation

  • Branching Scenario

  • Interactive Book

  • Multiple Choice

  • Drag and Drop

  • Fill in the Blanks

  • Flashcards

  • Image Hotspots

  • Image Choice

  • Accordion

  • Timeline

  • Question Set

  • Documentation Tool

Daftar jenis konten dapat berkembang atau berubah. Tidak semua jenis konten memiliki dukungan fitur, mekanisme skor, dan tingkat aksesibilitas yang sama.

Dokumentasi resmi H5P menyediakan contoh berbagai tipe konten, termasuk Interactive Video, Course Presentation, Branching Scenario, dan Documentation Tool.

Bagaimana H5P Digunakan dalam Pembelajaran?

Secara umum, penggunaan H5P melibatkan tiga komponen:

1. Authoring

Tim pengembang membuat konten melalui editor H5P. Editor menyediakan bidang untuk memasukkan materi, menentukan interaksi, menulis umpan balik, mengatur perilaku konten, dan menyesuaikan beberapa pengaturan tampilan.

2. Publishing

Konten ditempatkan pada platform yang mendukung H5P, misalnya LMS atau situs web. Metode implementasinya dapat berbeda berdasarkan platform dan layanan yang digunakan.

Tim inti H5P menyediakan plugin untuk Moodle, WordPress, dan Drupal. Layanan H5P berbasis SaaS juga dapat dihubungkan dengan LMS melalui LTI.

3. Tracking

Beberapa jenis konten dapat menghasilkan data interaksi, penyelesaian, atau skor.

Data yang tersedia bergantung pada:

  • jenis konten

  • aktivitas yang digunakan

  • konfigurasi skor

  • tombol submit

  • metode integrasi

  • pengaturan LMS

  • pelaporan yang tersedia

  • status pengguna ketika mengakses konten

Dokumentasi H5P menjelaskan bahwa mekanisme pembentukan skor berbeda pada setiap tipe konten. Interactive Video, Course Presentation, Documentation Tool, dan Branching Scenario memiliki kondisi pengiriman skor yang berbeda.

Karena itu, tim tidak boleh langsung menganggap seluruh klik atau interaksi akan otomatis tercatat sebagai nilai di LMS.

Mengapa H5P Relevan untuk Pelatihan Perusahaan?

1. Menambahkan aktivitas pada materi digital

H5P dapat mengubah sebagian materi dari aktivitas melihat atau membaca menjadi aktivitas memilih, mencoba, mengelompokkan, dan mengambil keputusan.

Sebagai contoh, video keselamatan dapat dihentikan pada bagian tertentu. Peserta kemudian diminta mengidentifikasi bahaya sebelum video dilanjutkan.

2. Mendukung latihan singkat

Peserta dapat berlatih setelah mempelajari satu konsep tanpa harus menunggu asesmen akhir. Latihan dapat berupa:

  • pilihan ganda

  • benar-salah

  • drag and drop

  • mencocokkan

  • mengisi bagian kosong

  • memilih gambar

  • menandai bagian gambar

  • mengurutkan langkah

3. Memberikan umpan balik langsung

H5P dapat menampilkan umpan balik berdasarkan jawaban peserta. Umpan balik dapat menjelaskan:

  • alasan jawaban tepat

  • bagian jawaban yang kurang tepat

  • konsep yang perlu diperhatikan

  • dampak keputusan

  • langkah yang seharusnya dilakukan

  • bagian materi yang perlu diulang

4. Membuat simulasi keputusan

Branching Scenario memungkinkan pilihan peserta menentukan konten atau jalur berikutnya. Jenis ini dapat digunakan untuk:

  • pelayanan pelanggan

  • kepemimpinan

  • penjualan

  • penanganan konflik

  • keselamatan kerja

  • keamanan informasi

  • kepatuhan

  • pengambilan keputusan operasional

Dokumentasi resmi H5P menjelaskan Branching Scenario sebagai tipe konten fleksibel yang dapat menyajikan berbagai konten interaktif dan pilihan kepada peserta.

5. Menggunakan kembali materi yang tersedia

Video, gambar, materi presentasi, dan pertanyaan yang sudah dimiliki organisasi dapat diolah menjadi aktivitas interaktif.

Materi tetap perlu ditinjau dan disesuaikan. Mengunggah aset lama tanpa memperbaiki struktur belum tentu menghasilkan konten yang sesuai untuk pembelajaran mandiri.

6. Digunakan pada berbagai topik

H5P dapat diterapkan pada materi:

  • onboarding

  • product knowledge

  • compliance

  • keselamatan kerja

  • pelayanan pelanggan

  • kepemimpinan

  • penggunaan sistem

  • kemampuan teknis

  • komunikasi

  • quality assurance

  • keamanan informasi

  • prosedur operasional

Jenis H5P Interactive Content yang Dapat Digunakan

1. Interactive Video

Interactive Video memungkinkan tim menambahkan interaksi pada bagian tertentu dalam video. Interaksi dapat digunakan untuk:

  • menghentikan video dan menampilkan pertanyaan

  • meminta peserta memprediksi tindakan berikutnya

  • menampilkan informasi tambahan

  • mengarahkan peserta ke bagian tertentu

  • memberikan tautan

  • memeriksa pemahaman

  • merangkum isi video

Interactive Video sesuai ketika peserta perlu mengamati situasi, proses, percakapan, atau demonstrasi.

Interaksi tidak perlu muncul terlalu sering. Terlalu banyak jeda dapat mengganggu alur dan membuat peserta berfokus pada menjawab soal, bukan memahami materi.

2. Course Presentation

Course Presentation menyajikan materi dalam struktur menyerupai rangkaian slide yang dapat memuat teks, gambar, audio, video, dan pertanyaan. Format ini dapat digunakan untuk:

  • microlearning

  • pengantar topik

  • rangkuman konsep

  • penjelasan proses

  • pembelajaran mandiri

  • latihan terpandu

Course Presentation berbeda dari file presentasi biasa karena dapat memuat aktivitas interaktif di dalamnya.

Dokumentasi H5P menjelaskan bahwa Course Presentation dapat berisi multimedia, teks, rangkuman interaktif, pertanyaan pilihan ganda, serta video interaktif.

3. Branching Scenario

Branching Scenario mengarahkan peserta ke jalur berbeda berdasarkan pilihan yang dibuat.

Peserta dapat menghadapi situasi, memilih respons, melihat dampaknya, dan melanjutkan ke kondisi berikutnya. Jenis ini sesuai untuk kompetensi yang melibatkan:

  • pertimbangan situasi

  • pemilihan tindakan

  • konsekuensi keputusan

  • komunikasi

  • pemecahan masalah

  • eskalasi

  • penerapan prosedur

Branching Scenario tidak hanya membutuhkan penulisan materi. Tim juga perlu merancang peta alur, keputusan, konsekuensi, percabangan, titik akhir, dan mekanisme skor.

4. Interactive Book

Interactive Book menggabungkan beberapa bagian materi dan aktivitas dalam struktur seperti buku digital. Isinya dapat mencakup:

  • teks

  • gambar

  • video

  • pertanyaan

  • latihan

  • rangkuman

  • aktivitas interaktif lainnya

Interactive Book dapat digunakan ketika materi memiliki beberapa bab atau subtopik yang perlu dipelajari dalam satu rangkaian.

5. Drag and Drop

Peserta menyeret objek menuju kategori, posisi, urutan, atau pasangan yang sesuai. Format ini dapat digunakan untuk:

  • mengelompokkan jenis dokumen

  • menyusun tahapan proses

  • menempatkan alat pada posisi yang benar

  • memasangkan risiko dengan mitigasi

  • mengklasifikasikan produk

  • mengidentifikasi komponen

Drag and drop perlu memiliki instruksi yang jelas. Area tujuan dan objek yang dipindahkan juga harus mudah dikenali.

6. Image Hotspots

Peserta mengeklik bagian tertentu pada gambar untuk membuka informasi tambahan. Jenis ini dapat digunakan untuk:

  • pengenalan mesin

  • denah fasilitas

  • antarmuka aplikasi

  • struktur produk

  • perlengkapan keselamatan

  • bagian dokumen

  • titik pemeriksaan

Hotspot perlu memiliki ukuran yang cukup dan tidak bergantung pada tebakan mengenai lokasi yang dapat diklik.

7. Image Choice

Image Choice pada H5P

Peserta memilih satu atau beberapa gambar sebagai jawaban. Format ini dapat digunakan untuk:

  • mengenali alat

  • memilih contoh penataan yang benar

  • mengidentifikasi bahaya

  • membedakan produk

  • memilih penggunaan APD

  • menilai kualitas visual

Gambar harus cukup jelas dan tidak menimbulkan jawaban ganda yang tidak direncanakan.

8. Multiple Choice dan True/False

Jenis ini dapat digunakan untuk memeriksa pemahaman konsep, prosedur, atau keputusan.

Soal sebaiknya tidak hanya menanyakan definisi. Gunakan situasi kerja, data, potongan dokumen, atau masalah sebagai stimulus.

9. Fill in the Blanks

Fill in the Blank pada H5P

Peserta melengkapi bagian teks yang kosong. Jenis ini sesuai untuk:

  • istilah

  • rumus

  • susunan kalimat

  • kode

  • langkah penting

  • bagian dokumen

Gunakan secara hati-hati karena variasi ejaan dapat menyebabkan jawaban yang sebenarnya setara dianggap salah jika alternatif jawaban tidak disiapkan.

10. Accordion

Accordion menyembunyikan dan menampilkan bagian informasi berdasarkan pilihan peserta. Format ini dapat membantu mengatur:

  • FAQ

  • definisi

  • tahapan

  • kategori

  • contoh

  • informasi tambahan

Accordion memberikan kontrol terhadap tampilan informasi, tetapi belum tentu dapat disebut sebagai aktivitas belajar jika peserta hanya membuka dan menutup bagian.

11. Timeline

Timeline menyajikan informasi berdasarkan urutan waktu. Jenis ini dapat digunakan untuk menjelaskan:

  • sejarah organisasi

  • jadwal project

  • siklus kebijakan

  • masa berlaku dokumen

  • perkembangan produk

  • tahapan implementasi

12. Documentation Tool

Documentation Tool dapat memandu peserta mengisi atau menyusun respons melalui beberapa tahap. Format ini dapat digunakan untuk:

  • refleksi

  • perencanaan tindakan

  • analisis kebutuhan

  • pencatatan ide

  • penyusunan draft

  • dokumentasi hasil aktivitas

Sebelum digunakan untuk kebutuhan formal, tim perlu memeriksa cara data disimpan, dikirim, diekspor, dan diakses kembali melalui implementasi H5P yang digunakan.

Memilih Jenis H5P Berdasarkan Tujuan Pembelajaran

Jenis H5P Berdasarkan Tujuan Pembelajaran

Tabel tersebut bukan aturan mutlak. Satu tujuan dapat dikembangkan dengan beberapa jenis konten. Pemilihan perlu mempertimbangkan:

  • karakteristik materi

  • tingkat kemampuan

  • waktu belajar

  • perangkat peserta

  • kebutuhan skor

  • dukungan LMS

  • aksesibilitas

  • biaya pengembangan

  • kebutuhan pembaruan

H5P Bukan Sekadar Menambahkan Klik

Konten dapat memiliki banyak tombol, animasi, dan pertanyaan tetapi tetap tidak membantu proses belajar. Interaksi yang baik membutuhkan tindakan mental dari peserta. Peserta perlu mengamati, mengingat, membandingkan, menganalisis, memilih, atau mengevaluasi informasi.

Sebagai contoh, menambahkan tombol pada setiap paragraf hanya mengubah cara informasi ditampilkan. Peserta tetap menerima informasi secara pasif. Sebaliknya, pertanyaan yang meminta peserta mengidentifikasi risiko pada sebuah situasi dapat membantu mereka memproses materi. Sebelum menambahkan interaksi, tim perlu menjawab:

  • Apa yang harus dipikirkan peserta?

  • Bukti apa yang menunjukkan bahwa peserta memahami materi?

  • Kesalahan apa yang mungkin dilakukan?

  • Umpan balik apa yang dibutuhkan?

  • Apakah aktivitas ini lebih efektif daripada teks atau gambar biasa?

  • Apakah hasil aktivitas perlu dicatat?

Prinsip Pengembangan H5P Interactive Content

1. Selaraskan dengan tujuan pembelajaran

Jika tujuan meminta peserta mengidentifikasi bahaya, gunakan gambar atau video yang memuat situasi untuk dianalisis. Jika tujuan meminta peserta mengambil keputusan, gunakan skenario dengan pilihan dan konsekuensi. Hindari memilih tipe konten terlebih dahulu, kemudian memaksakan materi agar sesuai dengan fiturnya.

2. Berikan instruksi yang jelas

Peserta perlu mengetahui:

  • apa yang harus dilakukan

  • berapa jawaban yang dapat dipilih

  • apakah jawaban dapat diulang

  • apakah aktivitas dinilai

  • cara mengirim jawaban

  • tindakan setelah menyelesaikan aktivitas

3. Pecah materi menjadi bagian yang terarah

Satu aktivitas sebaiknya memiliki fokus yang jelas. Jangan memasukkan terlalu banyak materi, pertanyaan, dan jenis interaksi dalam satu tampilan.

Materi yang luas dapat dibagi menjadi beberapa aktivitas yang saling terhubung.

4. Gunakan konteks kerja

Aktivitas akan lebih bermakna jika menggunakan:

  • kasus yang realistis

  • istilah yang digunakan peserta

  • dokumen kerja

  • sistem yang relevan

  • data yang masuk akal

  • kesalahan yang benar-benar mungkin terjadi

  • keputusan yang sesuai dengan kewenangan peserta

5. Tulis distraktor yang masuk akal

Pada soal pilihan ganda, pilihan salah perlu mewakili miskonsepsi atau kesalahan yang mungkin dilakukan peserta. Pilihan yang terlalu tidak masuk akal membuat soal mudah ditebak dan tidak memberikan informasi yang berarti mengenai pemahaman peserta.

6. Berikan umpan balik yang informatif

Umpan balik tidak cukup hanya menyatakan “benar” atau “salah”. Umpan balik dapat menjelaskan:

  • alasan pilihan tepat

  • risiko dari pilihan kurang tepat

  • prosedur yang perlu diperhatikan

  • informasi yang terlewat

  • tindakan perbaikan

  • materi yang perlu dipelajari kembali

7. Gunakan media secara proporsional

Gambar, audio, video, dan animasi perlu mendukung materi. Hindari file media berukuran besar jika tidak memberikan manfaat yang sebanding. Ukuran media dapat memengaruhi waktu muat, terutama ketika peserta menggunakan perangkat atau koneksi yang terbatas.

8. Pertimbangkan penggunaan melalui perangkat seluler

Periksa:

  • ukuran tombol

  • panjang teks

  • area klik

  • keterbacaan gambar

  • fungsi drag and drop

  • tampilan video

  • orientasi layar

  • kebutuhan scroll

  • waktu muat

Aktivitas yang nyaman melalui laptop belum tentu mudah digunakan melalui telepon genggam.

9. Periksa aksesibilitas setiap tipe konten

Tidak semua tipe H5P memiliki dukungan aksesibilitas yang sama. Dokumentasi rekomendasi tipe konten H5P menyediakan informasi mengenai status dukungan, keterbatasan, dan rekomendasi penggunaan.

Tim tetap perlu:

  • menambahkan alt text

  • memberikan caption dan transkrip

  • memastikan kontras

  • memeriksa penggunaan keyboard

  • menghindari instruksi yang hanya mengandalkan warna

  • menggunakan bahasa yang jelas

  • menyediakan alternatif ketika interaksi tertentu tidak dapat diakses

10. Rencanakan pencatatan hasil sejak awal

Jika hasil aktivitas digunakan untuk kelulusan, tentukan sejak awal:

  • jenis data yang dibutuhkan

  • nilai yang dicatat

  • passing grade

  • jumlah percobaan

  • aturan pengulangan

  • status penyelesaian

  • cara data dikirim ke LMS

  • cara laporan diakses

  • tindakan jika data gagal tercatat

Jangan menunggu konten selesai untuk memeriksa apakah hasilnya dapat direkam sesuai kebutuhan.

Integrasi H5P dengan LMS dan Platform Digital

Moodle

Moodle memiliki Content Bank yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mengelola konten H5P. Konten dapat ditambahkan sebagai aktivitas atau disisipkan pada bagian tertentu, bergantung pada versi, konfigurasi, dan hak akses.

Dokumentasi Moodle menjelaskan bahwa konten dari H5P.com atau aplikasi authoring lain dapat diunduh sebagai file H5P, kemudian diunggah ke Content Bank untuk digunakan pada course.

WordPress dan Drupal

H5P menyediakan integrasi untuk WordPress dan Drupal. Konten dapat dibuat dan ditempatkan pada halaman yang mendukung implementasi tersebut.

Tim perlu mempertimbangkan autentikasi pengguna, pelaporan, pemeliharaan plugin, keamanan, dan pembaruan.

LMS melalui LTI

Layanan H5P berbasis SaaS dapat diintegrasikan dengan LMS yang mendukung LTI. Integrasi dapat mendukung penyajian konten, autentikasi, dan pengiriman nilai sesuai konfigurasi. H5P menyebutkan dukungan integrasi dengan platform seperti Moodle, Canvas, Blackboard, dan Brightspace melalui mekanisme yang tersedia.

Situs atau portal internal

H5P dapat digunakan melalui situs atau portal yang memiliki integrasi sesuai. Sebelum implementasi, tim teknologi perlu memeriksa:

  • kompatibilitas

  • hosting

  • keamanan

  • pengelolaan akun

  • penyimpanan data

  • backup

  • pembaruan

  • dukungan teknis

  • analitik

  • privasi

Tahapan Mengembangkan H5P Interactive Content

1. Menganalisis kebutuhan

Identifikasi:

  • masalah pembelajaran

  • sasaran peserta

  • kompetensi yang dibutuhkan

  • pengetahuan awal

  • perangkat

  • koneksi

  • LMS

  • kebutuhan pelaporan

  • kebutuhan aksesibilitas

  • waktu penyelesaian

2. Menentukan tujuan pembelajaran

Gunakan kata kerja yang dapat diamati, seperti:

  • memilih

  • mengidentifikasi

  • mengurutkan

  • membandingkan

  • mengklasifikasikan

  • menganalisis

  • menentukan

  • mengevaluasi

Tujuan tersebut membantu menentukan jenis interaksi.

3. Menentukan bukti pencapaian

Tentukan tindakan atau jawaban yang menunjukkan bahwa peserta telah memahami materi.

Contoh:

  • peserta dapat memilih tindakan pengamanan yang tepat

  • peserta dapat mengurutkan proses eskalasi

  • peserta dapat mengidentifikasi lima bahaya

  • peserta dapat menentukan kebutuhan persetujuan

  • peserta dapat memilih respons pelayanan sesuai prosedur

4. Memilih tipe konten

Bandingkan kebutuhan pembelajaran dengan kemampuan setiap tipe H5P.

Pertimbangkan juga:

  • dukungan skor

  • aksesibilitas

  • tampilan seluler

  • durasi pengembangan

  • kemudahan pembaruan

  • kebutuhan aset

  • kemampuan LMS

5. Menyusun storyboard

Storyboard dapat memuat:

Komponen Storyboard Pembelajaran

Untuk Branching Scenario, storyboard perlu dilengkapi dengan peta percabangan.

6. Menyiapkan aset

Aset dapat berupa:

  • naskah

  • gambar

  • ilustrasi

  • ikon

  • audio

  • video

  • soal

  • data

  • contoh dokumen

  • caption

  • transkrip

  • alt text

Pastikan organisasi memiliki hak untuk menggunakan aset tersebut.

7. Mengembangkan prototipe

Buat bagian kecil sebagai prototipe sebelum seluruh konten dikembangkan. Prototipe membantu tim memeriksa:

  • tampilan

  • alur

  • jenis interaksi

  • fungsi skor

  • waktu pengerjaan

  • tampilan pada LMS

  • kesesuaian dengan perangkat peserta

8. Melakukan review

Subject matter expert memeriksa ketepatan materi, istilah, prosedur, dan jawaban. Instructional designer memeriksa tujuan, alur, beban materi, pertanyaan, umpan balik, dan relevansi aktivitas. Tim teknologi memeriksa kompatibilitas, pencatatan data, keamanan, dan performa.

9. Melakukan pengujian

Pengujian perlu mencakup:

  • jawaban benar

  • jawaban salah

  • pengulangan

  • navigasi

  • tombol submit

  • pencatatan skor

  • status penyelesaian

  • tautan

  • audio

  • video

  • perangkat seluler

  • browser

  • keyboard

  • screen reader jika relevan

  • kondisi koneksi lambat

10. Melakukan uji pengguna

Minta beberapa calon peserta menyelesaikan aktivitas tanpa banyak bantuan. Amati apakah mereka:

  • memahami instruksi

  • mengetahui objek yang dapat diklik

  • dapat berpindah antarbagian

  • memahami umpan balik

  • mengetahui aktivitas sudah selesai

  • melihat nilai

  • menghadapi kendala teknis

11. Mempublikasikan konten

Setelah konten disetujui, dokumentasikan:

  • judul

  • versi

  • pemilik

  • tanggal publikasi

  • lokasi

  • course yang menggunakan

  • pengaturan skor

  • sumber aset

  • jadwal review

12. Memantau hasil

Tinjau:

  • tingkat penyelesaian

  • skor

  • pertanyaan yang sering salah

  • jumlah percobaan

  • waktu pengerjaan

  • bagian yang ditinggalkan

  • laporan kendala

  • masukan peserta

Data tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki materi dan interaksi.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Menggunakan interaksi tanpa tujuan

Tombol dan animasi tidak selalu meningkatkan pembelajaran. Setiap interaksi perlu mendukung tindakan mental atau keputusan tertentu.

Terlalu banyak pertanyaan dalam video

Video yang terlalu sering berhenti dapat kehilangan alur. Tempatkan pertanyaan pada bagian yang benar-benar membutuhkan refleksi atau pemeriksaan pemahaman.

Instruksi tidak jelas

Peserta mungkin tidak mengetahui apakah harus mengeklik satu objek, memilih beberapa jawaban, menyeret elemen, atau menekan tombol submit.

Umpan balik hanya benar atau salah

Umpan balik seperti ini belum menjelaskan konsep, risiko, atau cara memperbaiki jawaban.

Menganggap semua aktivitas otomatis dinilai

Tidak semua tipe konten menghasilkan skor dengan cara yang sama. Pengiriman skor juga bergantung pada konfigurasi dan integrasi.

Mengabaikan aksesibilitas

Interaksi berbasis gerakan, gambar, audio, atau drag and drop dapat menimbulkan hambatan jika tidak disertai alternatif yang sesuai.

Tidak menguji melalui LMS

Konten dapat berfungsi pada editor tetapi menghadapi masalah setelah disisipkan ke LMS, misalnya ukuran tampilan, pencatatan skor, izin akses, atau pengaturan penyelesaian.

Membuat percabangan yang terlalu kompleks

Semakin banyak pilihan, semakin banyak jalur yang perlu ditulis, diuji, dan dipelihara.

Gunakan percabangan berdasarkan keputusan yang benar-benar penting bagi tujuan pembelajaran.

Menggunakan media berukuran terlalu besar

Video dan gambar beresolusi tinggi dapat memperlambat waktu muat tanpa memberikan manfaat tambahan.

Tidak merencanakan pembaruan

Materi mengenai kebijakan, produk, sistem, atau regulasi dapat berubah. Konten perlu memiliki pemilik dan jadwal review.

Contoh Konten H5P Interactive Content

Contoh H5P Pembelajaran

Bagian: Interactive Video

Video menampilkan seorang talent menjelaskan materi pembelajaran Pada detik tertentu, video berhenti dan peserta menerima pertanyaan:

Contoh H5P untuk Pembelajaran

Bagian: Drag and Drop

Peserta mengelompokkan tindakan ke dalam dua kategori:

Contoh H5P untuk Pembelajaran

Cara Mengukur Efektivitas H5P Interactive Content

Efektivitas konten tidak cukup dinilai dari jumlah klik atau tampilan. Beberapa indikator yang dapat digunakan meliputi:

Indikator penggunaan

  • jumlah peserta yang membuka aktivitas

  • tingkat penyelesaian

  • bagian yang paling banyak diakses

  • waktu penyelesaian

  • jumlah percobaan

  • tingkat pengulangan

Indikator pembelajaran

Contoh H5P untuk Pembelajaran

  • skor rata-rata

  • persentase jawaban benar

  • pertanyaan yang paling sering salah

  • peningkatan pre-test dan post-test

  • kemampuan memilih keputusan

  • kemampuan menerapkan prosedur

Indikator pengalaman pengguna

  • kejelasan instruksi

  • kemudahan navigasi

  • keterbacaan

  • kelancaran media

  • kemudahan penggunaan melalui perangkat

  • pengalaman peserta dengan umpan balik

Indikator teknis

  • waktu muat

  • kegagalan pemutaran video

  • kesalahan pencatatan skor

  • kendala browser

  • kendala pada perangkat seluler

  • masalah akses

  • kerusakan tautan

Indikator penerapan

  • penurunan kesalahan kerja

  • peningkatan kepatuhan prosedur

  • ketepatan keputusan

  • kualitas output

  • kebutuhan bantuan setelah pelatihan

  • hasil observasi atasan

Data H5P dan LMS perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Skor rendah dapat menunjukkan kesenjangan pemahaman, tetapi juga dapat disebabkan oleh instruksi yang ambigu, interaksi yang sulit digunakan, atau kegagalan teknis.

Kesimpulan

H5P interactive content dapat membantu organisasi mengubah materi digital menjadi aktivitas yang lebih aktif.

Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga dapat menjawab pertanyaan, menganalisis video, mengeksplorasi gambar, mengurutkan proses, mengelompokkan informasi, dan mengambil keputusan melalui skenario.

Pilihan jenis konten perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. Interactive Video sesuai untuk mengamati dan menganalisis tayangan. Course Presentation dan Interactive Book dapat digunakan untuk menyusun materi bertahap. Image Hotspots membantu peserta mengeksplorasi bagian visual. Branching Scenario sesuai untuk latihan pengambilan keputusan.

Namun, interaktivitas bukan tujuan akhir. Konten perlu dikembangkan melalui analisis kebutuhan, perumusan tujuan, pemilihan tipe aktivitas, penyusunan storyboard, pengembangan media, penulisan umpan balik, review, pengujian teknis, dan uji pengguna.

Organisasi juga perlu memeriksa integrasi LMS, metode pencatatan skor, aksesibilitas, performa pada perangkat, keamanan data, serta kebutuhan pemeliharaan.

Ioda Academy menyediakan layanan Pengembangan Konten Pembelajaran, termasuk pengembangan H5P interactive content untuk kebutuhan perusahaan, kampus, dan institusi. Prosesnya dapat mencakup analisis kebutuhan, penyusunan storyboard, pembuatan video dan visual, penulisan soal serta umpan balik, pengembangan aktivitas H5P, integrasi ke LMS, pengujian, dan penyempurnaan konten.

Referensi

  1. H5P Documentation — Dokumentasi resmi H5P
  2. H5P Integrations — Informasi integrasi H5P dengan platform dan LMS
  3. H5P Content Types Recommendations — Rekomendasi dan informasi aksesibilitas tipe konten H5P
  4. H5P Scoring Overview per Content Type — Mekanisme skor pada berbagai tipe konten H5P

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu H5P interactive content?

H5P interactive content adalah konten berbasis HTML5 yang memungkinkan peserta berinteraksi melalui video, presentasi, pertanyaan, gambar, simulasi, dan aktivitas digital lainnya.

Apakah H5P dapat digunakan di Moodle?

Ya. Moodle menyediakan dukungan untuk konten H5P, termasuk pengelolaan melalui Content Bank dan penggunaan sebagai aktivitas. Fitur tepatnya bergantung pada versi, konfigurasi, dan hak akses.

Apakah H5P hanya digunakan untuk kuis?

Tidak. H5P dapat digunakan untuk Interactive Video, Course Presentation, Interactive Book, Branching Scenario, Image Hotspots, Timeline, Documentation Tool, dan berbagai jenis konten lain.

Artikel Terkait

Diskusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.

Panduan Lengkap Pembelian Bootcamp di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi data dengan benar karena data tersebut yang dilampirkan di sertifikat
  3. Jika kamu sudah melakukan pembayaran, maka link di Mayar akan berubah menjadi seperti ini. Kamu bisa klik bergabung ke grup Whatsapp yang ada di tampilan layar
    Lihat disini
  4. Selain itu kamu juga bisa cek di Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  5. Link zoom selama Bootcamp akan dibagikan melalui Grup Whatsapp
    Lihat disini

  6. Untuk rekaman kelas dan project yang harus dikerjakan selama Bootcamp berlangsung bisa kamu akses di https://studentcenter.iodacademy.id/
  7. Terakhir, enjoy the class🚀

Panduan Lengkap Pembelian Kelas di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi email dengan benar karena email itu yang akan digunakan untuk mengakses LMS
  3. Selanjutnya kamu silahkan cek Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  4. Semua video learning yang kamu beli dapat kamu akses di https://iodacademy.myr.id/portal dengan cara memasukkan email yang sudah kamu daftarkan di form pendaftaran tadi
    Lihat disini
  5. Terakhir, enjoy the class🚀

Panduan Lengkap Pembelian Workshop Praktikal Bersertifikat di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi data dengan benar karena data tersebut yang dilampirkan di sertifikat
  3. Jika kamu sudah melakukan pembayaran, maka link di Mayar akan berubah menjadi seperti ini. Kamu bisa klik bergabung ke grup Whatsapp yang ada di tampilan layar
    Lihat disini
  4. Selain itu kamu juga bisa cek di Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  5. Link zoom selama Workshop akan dibagikan melalui Grup Whatsapp
    Lihat disini

  6. Terakhir, enjoy the class🚀