Skip to main content

Ioda Academy

Sales & Bizdev · 12 menit baca

10 Tren Teknologi yang Akan Mengubah Cara Kita Bekerja

Daftar Isi
Mengapa Tren Teknologi Perlu Dipahami Organisasi?Tingkat tugasTingkat prosesTingkat peranTingkat organisasi1. AI Generatif Menjadi Alat Kerja Sehari-hariDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan2. AI Agent Menjalankan Rangkaian TugasDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan3. Intelligent Automation Menggabungkan AI dan Otomatisasi ProsesDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan4. Robotika dan Physical AI Masuk ke Lebih Banyak Lingkungan KerjaDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan5. Internet of Things dan Edge Computing Membawa Data ke Titik KerjaDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan6. Digital Twin Membantu Simulasi Sebelum Keputusan DiterapkanDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan7. Analitik Real-Time dan Decision Intelligence Mempercepat Pengambilan KeputusanDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan8. Low-Code dan No-Code Memperluas Peran Karyawan dalam Membuat SolusiDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan9. Extended Reality dan Spatial Computing Mengubah Pelatihan serta KolaborasiDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkan10. Cybersecurity dan Quantum-Safe Readiness Menjadi Tanggung Jawab BersamaDampak terhadap cara kerjaKompetensi yang dibutuhkanRingkasan Dampak 10 Tren TeknologiBagaimana Teknologi Mengubah Peran Karyawan?Dari menghasilkan menuju memeriksaDari menjalankan menuju mengawasiDari menghafal menuju menemukan dan mengevaluasiDari bekerja dalam satu fungsi menuju kolaborasi lintas fungsiDari pelatihan satu kali menuju pembelajaran berkelanjutanKompetensi yang Perlu DipersiapkanLiterasi digital dan AICritical thinkingData literacyCybersecurity awarenessAdaptabilitySystems thinkingCommunicationDomain expertiseTahapan Menyiapkan Organisasi Menghadapi Perubahan Teknologi1. Memetakan proses dan tugas2. Menentukan masalah yang perlu diselesaikan3. Menilai kesiapan data dan sistem4. Menilai risiko5. Menentukan batas penggunaan6. Mengembangkan kompetensi7. Menguji pada proses terbatas8. Mengukur dampak9. Memperbarui peran dan prosedur10. Melibatkan karyawanKesalahan yang Perlu DihindariMengadopsi teknologi tanpa masalah yang jelasMenganggap otomatisasi selalu mengurangi beban kerjaMengabaikan kualitas dataMenggunakan AI tanpa aturan keamananTidak memperbarui prosesMengurangi peran manusia terlalu cepatTidak menyiapkan upskillingMengukur keberhasilan hanya dari penggunaanContoh Program Pengembangan KompetensiJudul Program: Bekerja Efektif dan Aman dengan AIStruktur programKesimpulan

Sorotan

  • Teknologi tidak hanya mengotomatisasi pekerjaan, tetapi juga mengubah pembagian tugas, pengambilan keputusan, kolaborasi, dan kompetensi.
  • AI generatif mulai berkembang dari alat bantu individual menjadi bagian dari alur kerja organisasi.
  • AI agent berpotensi menjalankan rangkaian tugas, tetapi tetap membutuhkan tujuan, batas kewenangan, data, dan pengawasan manusia.
  • Robotika, Internet of Things, digital twin, cloud, dan edge computing semakin menghubungkan pekerjaan digital dengan aktivitas fisik.
  • Kemampuan mengelola data, memeriksa hasil AI, menjaga keamanan, dan bekerja lintas fungsi akan semakin penting.
  • Organisasi perlu menyiapkan upskilling, tata kelola, keamanan, dan desain ulang proses kerja sebelum mengadopsi teknologi dalam skala besar.

Perkembangan teknologi sering dibahas melalui pertanyaan: pekerjaan apa yang akan hilang?

Pertanyaan tersebut penting, tetapi belum menggambarkan perubahan yang sebenarnya terjadi. Teknologi tidak selalu menggantikan satu profesi secara utuh. Dalam banyak kasus, teknologi mengubah tugas tertentu, mempercepat sebagian proses, menambahkan tanggung jawab baru, dan menggeser kompetensi yang dibutuhkan.

Seorang analis mungkin tidak lagi menghabiskan waktu untuk menggabungkan data secara manual, tetapi perlu lebih banyak waktu memeriksa asumsi, mengevaluasi hasil, dan menjelaskan rekomendasi.

Seorang petugas layanan mungkin dibantu sistem untuk merangkum riwayat pelanggan, tetapi tetap perlu menangani emosi, situasi tidak standar, dan keputusan yang membutuhkan pertimbangan.

Seorang teknisi dapat menerima peringatan sebelum mesin mengalami gangguan, tetapi perlu memahami data sensor dan menentukan tindakan berdasarkan kondisi lapangan.

World Economic Forum memperkirakan bahwa penciptaan dan pergeseran pekerjaan akibat berbagai perubahan struktural dapat menyentuh 22 persen dari pekerjaan formal saat ini hingga 2030. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan survei perusahaan dan tidak boleh dibaca sebagai kepastian untuk setiap negara, industri, atau organisasi.

Karena itu, organisasi perlu melihat tren teknologi bukan hanya sebagai agenda pembelian perangkat lunak. Setiap teknologi membawa perubahan pada proses, peran, keterampilan, tata kelola, keamanan, dan cara keberhasilan diukur.

Mengapa Tren Teknologi Perlu Dipahami Organisasi?

Teknologi dapat memengaruhi organisasi pada beberapa tingkat sekaligus.

Tingkat tugas

Teknologi mempercepat, membantu, atau mengambil alih tugas tertentu.

Contohnya adalah merangkum dokumen, memasukkan data, memantau peralatan, membuat draft, atau menjadwalkan pekerjaan.

Tingkat proses

Beberapa tugas yang sebelumnya terpisah dapat digabungkan menjadi satu alur otomatis.

Sebagai contoh, laporan penjualan dapat diperbarui, dianalisis, diringkas, dan dikirim kepada manajemen tanpa banyak perpindahan manual.

Tingkat peran

Ketika tugas berubah, tanggung jawab pekerjaan juga dapat bergeser.

Karyawan yang sebelumnya berfokus pada produksi output dapat lebih banyak melakukan verifikasi, pengawasan, interpretasi, dan penanganan pengecualian.

Tingkat organisasi

Teknologi dapat mengubah struktur tim, pola pengambilan keputusan, kebutuhan talenta, tata kelola, dan hubungan antardivisi.

World Economic Forum melaporkan bahwa 85 persen perusahaan yang disurvei berencana memprioritaskan upskilling tenaga kerja sebagai respons terhadap perubahan hingga 2030.

Hal tersebut menunjukkan bahwa transformasi teknologi perlu berjalan bersama transformasi kompetensi.

1. AI Generatif Menjadi Alat Kerja Sehari-hari

AI generatif dapat menghasilkan atau mengolah:

  • teks

  • gambar

  • audio

  • video

  • kode

  • presentasi

  • ringkasan

  • analisis awal

  • struktur dokumen

  • ide

Pada tahap awal, banyak karyawan menggunakan AI generatif untuk mempercepat tugas individual seperti membuat draft email, merangkum rapat, menerjemahkan teks, atau mengembangkan ide.

Penggunaannya kemudian mulai bergeser menuju alur kerja yang lebih terintegrasi.

AI dapat membantu:

  • menyiapkan agenda rapat

  • merangkum dokumen

  • mencari informasi internal

  • membuat draft laporan

  • membandingkan data

  • menghasilkan variasi konten

  • menyusun respons pelanggan

  • membantu pemrograman

  • mengembangkan bahan pelatihan

Dampaknya bukan hanya pada kecepatan.

Karyawan perlu belajar:

  • menulis instruksi

  • memberikan konteks

  • memilih sumber

  • memeriksa hasil

  • mengenali kesalahan

  • menjaga kerahasiaan

  • menentukan penggunaan yang diperbolehkan

  • mendokumentasikan proses

International Labour Organization memperkirakan sekitar satu dari empat pekerjaan di dunia memiliki tingkat paparan tertentu terhadap AI generatif. ILO menekankan bahwa transformasi pekerjaan lebih mungkin terjadi daripada penggantian seluruh pekerjaan secara langsung.

Paparan tidak sama dengan kehilangan pekerjaan. Angka tersebut menunjukkan bahwa sebagian tugas dalam suatu pekerjaan secara teknis dapat dipengaruhi AI.

Dampak terhadap cara kerja

  • Waktu pembuatan draft berkurang.

  • Proses ideasi menjadi lebih cepat.

  • Verifikasi memperoleh porsi lebih besar.

  • Kemampuan memberi konteks menjadi penting.

  • Standar kualitas output perlu diperbarui.

  • Organisasi membutuhkan kebijakan penggunaan AI.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • AI literacy

  • prompt dan context design

  • critical thinking

  • fact-checking

  • data privacy

  • domain expertise

  • komunikasi

  • evaluasi output

2. AI Agent Menjalankan Rangkaian Tugas

AI generatif biasanya memberikan respons terhadap instruksi pengguna. AI agent dirancang untuk bekerja lebih jauh dengan menjalankan rangkaian tindakan menuju suatu tujuan.

Agent dapat dihubungkan dengan:

  • email

  • kalender

  • dokumen

  • basis pengetahuan

  • customer relationship management

  • sistem project

  • aplikasi keuangan

  • sistem layanan

  • alat analitik

Sebagai contoh, agent dapat:

  1. Membaca permintaan pelanggan.

  2. Mencari riwayat transaksi.

  3. Mengklasifikasikan masalah.

  4. Menyusun respons.

  5. Membuat tiket.

  6. Mengarahkan kasus kepada tim tertentu.

  7. Memperbarui status.

Microsoft menggambarkan perkembangan organisasi menuju tim manusia dan agent, dengan karyawan berperan mengarahkan, mendelegasikan, serta memeriksa pekerjaan sistem.

Namun, agent bukan karyawan digital yang dapat dilepas tanpa pengawasan.

Organisasi perlu menentukan:

  • tujuan

  • data yang boleh diakses

  • tindakan yang boleh dilakukan

  • batas keputusan

  • kebutuhan persetujuan

  • kondisi eskalasi

  • pencatatan aktivitas

  • mekanisme penghentian

  • pertanggungjawaban

Dampak terhadap cara kerja

  • Karyawan mengelola hasil dan pengecualian.

  • Sebagian pekerjaan beralih dari eksekusi menuju orkestrasi.

  • Proses dapat berjalan lintas beberapa aplikasi.

  • Kesalahan dapat menyebar lebih cepat jika kontrol lemah.

  • Dokumentasi alur keputusan semakin penting.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • AI agent supervision

  • workflow design

  • risk assessment

  • process mapping

  • quality control

  • exception handling

  • governance

  • informed trust

3. Intelligent Automation Menggabungkan AI dan Otomatisasi Proses

Otomatisasi proses sebelumnya banyak mengandalkan aturan tetap. Sistem menjalankan tindakan ketika kondisi tertentu terpenuhi.

AI memperluas kemampuan otomatisasi karena sistem dapat membantu menangani data tidak terstruktur, seperti:

  • email

  • gambar

  • dokumen

  • percakapan

  • formulir

  • kontrak

  • laporan

Intelligent automation dapat menggabungkan:

  • robotic process automation

  • machine learning

  • optical character recognition

  • natural language processing

  • business rules

  • workflow engine

  • AI generatif

Contoh penerapannya:

  • mengekstrak data invoice

  • memeriksa kelengkapan dokumen

  • mengklasifikasikan permintaan

  • mengarahkan tiket

  • mencocokkan data

  • membuat notifikasi

  • menyusun laporan awal

Teknologi ini dapat mengurangi pekerjaan administratif, tetapi juga menciptakan kebutuhan baru untuk memeriksa kasus yang tidak sesuai pola.

Dampak terhadap cara kerja

  • Pekerjaan rutin berkurang.

  • Proses standar berjalan lebih cepat.

  • Karyawan menangani lebih banyak pengecualian.

  • Peran process owner menjadi penting.

  • Perubahan kecil pada sistem dapat memengaruhi banyak proses.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • process analysis

  • automation design

  • data validation

  • exception management

  • continuous improvement

  • dokumentasi proses

  • audit dan kontrol

4. Robotika dan Physical AI Masuk ke Lebih Banyak Lingkungan Kerja

Robot industri sudah lama digunakan dalam manufaktur. Perkembangan sensor, visi komputer, AI, dan perangkat keras memungkinkan robot menjadi lebih adaptif.

Robot dapat digunakan dalam:

  • manufaktur

  • gudang

  • logistik

  • pertanian

  • konstruksi

  • layanan kesehatan

  • inspeksi

  • pemeliharaan

  • laboratorium

Physical AI menghubungkan kemampuan persepsi, pengambilan keputusan, dan tindakan fisik.

Robot kolaboratif juga dirancang untuk bekerja lebih dekat dengan manusia pada tugas tertentu.

Perubahan ini tidak hanya memengaruhi operator. Tim keselamatan, maintenance, IT, data, quality, dan manajemen juga perlu menyesuaikan proses.

World Economic Forum memasukkan robotika dan otomatisasi sebagai salah satu teknologi yang berpengaruh terhadap perubahan pekerjaan hingga 2030.

Dampak terhadap cara kerja

  • Tugas fisik berulang dapat diotomatisasi.

  • Manusia menangani konfigurasi, pengawasan, dan pengecualian.

  • Batas kerja antara IT dan operasional semakin tipis.

  • Keselamatan manusia dan mesin memerlukan prosedur baru.

  • Data operasional menjadi lebih penting.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • robot operation

  • human-machine collaboration

  • troubleshooting

  • maintenance

  • sensor interpretation

  • keselamatan kerja

  • process integration

5. Internet of Things dan Edge Computing Membawa Data ke Titik Kerja

Internet of Things menghubungkan perangkat, mesin, kendaraan, ruang, atau produk dengan sensor dan jaringan.

Sensor dapat merekam:

  • suhu

  • tekanan

  • lokasi

  • getaran

  • penggunaan energi

  • kecepatan

  • kelembapan

  • kondisi komponen

  • aktivitas perangkat

Edge computing memproses sebagian data lebih dekat dengan sumbernya. Pendekatan ini dapat mengurangi keterlambatan dan kebutuhan mengirim seluruh data ke pusat.

Penerapannya dapat ditemukan dalam:

  • predictive maintenance

  • pemantauan fasilitas

  • rantai dingin

  • logistik

  • smart building

  • kualitas produksi

  • keselamatan

  • manajemen energi

Dampak terhadap cara kerja

  • Keputusan dapat dibuat berdasarkan kondisi real-time.

  • Pemeliharaan bergeser dari jadwal tetap menuju kondisi aset.

  • Peringatan dapat diberikan sebelum terjadi gangguan.

  • Karyawan perlu memahami data sensor.

  • Keamanan perangkat menjadi bagian dari keamanan organisasi.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • IoT literacy

  • sensor data interpretation

  • operational technology security

  • monitoring

  • incident response

  • predictive maintenance

  • data governance

6. Digital Twin Membantu Simulasi Sebelum Keputusan Diterapkan

Digital twin adalah representasi digital dari objek, proses, fasilitas, atau sistem.

Representasi tersebut dapat diperbarui menggunakan data untuk membantu organisasi memahami kondisi, melakukan simulasi, dan menguji skenario.

Digital twin dapat digunakan pada:

  • pabrik

  • gudang

  • gedung

  • rantai pasok

  • jaringan energi

  • produk

  • armada

  • proses operasional

Tim dapat menguji pertanyaan seperti:

  • Apa yang terjadi jika permintaan meningkat?

  • Bagaimana dampak perubahan layout?

  • Kapan mesin berisiko mengalami gangguan?

  • Apa konsekuensi perubahan kapasitas?

  • Bagaimana jalur evakuasi berjalan dalam kondisi tertentu?

Digital twin tidak selalu membutuhkan model visual tiga dimensi. Bentuknya dapat disesuaikan dengan objek dan keputusan yang dianalisis.

Dampak terhadap cara kerja

  • Pengujian dapat dilakukan sebelum perubahan fisik.

  • Keputusan lebih banyak menggunakan simulasi.

  • Data dari beberapa fungsi perlu digabungkan.

  • Tim dapat membandingkan beberapa skenario.

  • Validitas model menjadi faktor penting.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • systems thinking

  • simulation literacy

  • data modeling

  • scenario analysis

  • model validation

  • cross-functional collaboration

7. Analitik Real-Time dan Decision Intelligence Mempercepat Pengambilan Keputusan

Dashboard telah membantu organisasi melihat data. Perkembangan berikutnya adalah menghubungkan data, analitik, AI, dan aturan keputusan agar rekomendasi dapat diberikan lebih cepat.

Decision intelligence dapat membantu menjawab:

  • Apa yang sedang terjadi?

  • Mengapa kondisi berubah?

  • Apa yang kemungkinan terjadi?

  • Tindakan apa yang dapat dipertimbangkan?

  • Apa risiko dari setiap pilihan?

Penerapannya dapat digunakan untuk:

  • perencanaan permintaan

  • deteksi fraud

  • penetapan prioritas

  • pemeliharaan

  • penjadwalan

  • pelayanan pelanggan

  • pengelolaan risiko

  • pemasaran

Namun, rekomendasi sistem tidak boleh diterima tanpa memahami sumber data, asumsi, dan keterbatasannya.

Dampak terhadap cara kerja

  • Laporan periodik bergeser menuju pemantauan real-time.

  • Pengambilan keputusan dapat menjadi lebih cepat.

  • Karyawan perlu memahami indikator dan ketidakpastian.

  • Kualitas data semakin memengaruhi kualitas keputusan.

  • Organisasi membutuhkan aturan penggunaan rekomendasi AI.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • data literacy

  • statistical thinking

  • interpretation

  • decision-making

  • bias detection

  • scenario analysis

  • data storytelling

8. Low-Code dan No-Code Memperluas Peran Karyawan dalam Membuat Solusi

Low-code dan no-code memungkinkan pengguna membuat aplikasi, formulir, dashboard, atau otomatisasi dengan lebih sedikit penulisan kode manual.

Teknologi ini membuka peluang bagi karyawan nonprogrammer untuk membangun solusi bagi kebutuhan unitnya.

Contohnya:

  • aplikasi inspeksi

  • formulir persetujuan

  • dashboard operasional

  • pencatatan keluhan

  • sistem pengingat

  • alur onboarding

  • database sederhana

Karyawan yang membuat solusi sering disebut citizen developer.

Namun, kemudahan membuat aplikasi dapat memunculkan risiko:

  • duplikasi sistem

  • kebocoran data

  • proses tanpa persetujuan

  • ketergantungan pada satu orang

  • aplikasi tidak terdokumentasi

  • integrasi tidak terkendali

  • shadow IT

Dampak terhadap cara kerja

  • Perbaikan proses dapat dilakukan lebih dekat dengan pengguna.

  • Ketergantungan pada antrean pengembangan IT dapat berkurang.

  • Tim bisnis perlu memahami dasar desain aplikasi.

  • IT bergeser menjadi penyedia platform dan tata kelola.

  • Dokumentasi serta pengendalian menjadi penting.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • process design

  • logical thinking

  • data modeling

  • user experience

  • testing

  • documentation

  • security awareness

  • governance

9. Extended Reality dan Spatial Computing Mengubah Pelatihan serta Kolaborasi

Extended reality mencakup teknologi seperti augmented reality, virtual reality, dan mixed reality.

Teknologi ini menggabungkan lingkungan fisik dan digital dalam tingkat yang berbeda.

Penerapannya dapat digunakan untuk:

  • simulasi keselamatan

  • latihan prosedur

  • pengenalan fasilitas

  • maintenance

  • desain produk

  • kolaborasi jarak jauh

  • visualisasi data

  • onboarding

  • latihan layanan

Augmented reality dapat menampilkan panduan di atas objek fisik. Virtual reality dapat menempatkan peserta dalam simulasi lingkungan kerja.

Teknologi ini relevan ketika materi membutuhkan ruang, gerakan, posisi, atau situasi yang sulit dan berisiko untuk dilatih secara langsung.

Dampak terhadap cara kerja

  • Pelatihan dapat berlangsung melalui simulasi.

  • Ahli dapat membantu teknisi dari lokasi berbeda.

  • Prototipe dapat ditinjau sebelum dibuat.

  • Instruksi dapat muncul pada objek yang dikerjakan.

  • Organisasi memerlukan standar keselamatan penggunaan perangkat.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • spatial literacy

  • simulation operation

  • remote collaboration

  • digital content interaction

  • ergonomi

  • evaluasi simulasi

10. Cybersecurity dan Quantum-Safe Readiness Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Semakin terhubung sebuah organisasi, semakin luas area yang perlu dilindungi.

Ancaman tidak hanya berasal dari malware. Risiko juga dapat muncul melalui:

  • phishing

  • pencurian identitas

  • penyalahgunaan akun

  • kebocoran data

  • kesalahan konfigurasi

  • perangkat IoT

  • rantai pasok digital

  • output AI

  • deepfake

  • social engineering

Model keamanan bergerak menuju pendekatan yang tidak otomatis mempercayai pengguna atau perangkat hanya karena berada di dalam jaringan perusahaan.

Kemajuan komputasi kuantum juga mendorong persiapan terhadap kriptografi pascakuantum. Teknologi kuantum yang relevan secara kriptografis belum tersedia secara luas, tetapi data sensitif berumur panjang dapat dikumpulkan sekarang untuk didekripsi pada masa mendatang.

IBM menjelaskan perlunya organisasi memetakan ketergantungan kriptografi dan menghubungkannya dengan proses bisnis, sensitivitas data, serta tingkat kritis operasional.

Dampak terhadap cara kerja

  • Verifikasi identitas menjadi lebih ketat.

  • Karyawan perlu memahami klasifikasi data.

  • Penggunaan AI membutuhkan kontrol baru.

  • Keamanan perlu masuk sejak tahap desain proses.

  • Organisasi perlu memetakan aset dan ketergantungan kriptografi.

Kompetensi yang dibutuhkan

  • cyber hygiene

  • phishing awareness

  • identity and access management

  • data classification

  • secure AI use

  • incident reporting

  • zero-trust awareness

  • quantum-safe readiness

Ringkasan Dampak 10 Tren Teknologi

Ringkasan Dampak 10 Tren Teknologi

Bagaimana Teknologi Mengubah Peran Karyawan?

Dari menghasilkan menuju memeriksa

Ketika sistem membantu menghasilkan draft atau rekomendasi, manusia lebih banyak memeriksa ketepatan, konteks, risiko, dan kualitas.

Dari menjalankan menuju mengawasi

Proses otomatis tetap membutuhkan pemilik yang memahami tujuan, batas, dan kondisi pengecualian.

Dari menghafal menuju menemukan dan mengevaluasi

Karyawan tidak hanya perlu mengetahui informasi. Mereka perlu menemukan sumber yang tepat dan menilai keandalannya.

Dari bekerja dalam satu fungsi menuju kolaborasi lintas fungsi

Implementasi teknologi melibatkan bisnis, IT, data, keamanan, legal, HR, dan operasional.

Dari pelatihan satu kali menuju pembelajaran berkelanjutan

Perangkat dan proses dapat berubah sebelum siklus pelatihan tahunan selesai. Organisasi memerlukan materi yang dapat diperbarui serta pembelajaran dalam alur kerja.

Kompetensi yang Perlu Dipersiapkan

Literasi digital dan AI

Karyawan memahami fungsi, batas, dan risiko teknologi.

Critical thinking

Karyawan mampu memeriksa hasil, asumsi, sumber, dan rekomendasi.

Data literacy

Karyawan dapat membaca indikator, memahami konteks data, dan mengenali kesimpulan yang tidak didukung.

Cybersecurity awareness

Karyawan memahami perlindungan akun, data, perangkat, dan penggunaan sistem.

Adaptability

Karyawan mampu menyesuaikan proses ketika alat dan perannya berubah.

Systems thinking

Karyawan memahami hubungan antara teknologi, manusia, proses, data, dan kebijakan.

Communication

Karyawan mampu menjelaskan kebutuhan, hasil, risiko, dan keputusan kepada pihak lain.

Domain expertise

Pengetahuan bidang tetap penting untuk memeriksa apakah hasil teknologi sesuai dengan kondisi nyata.

World Economic Forum menempatkan AI dan big data, jaringan serta keamanan siber, dan literasi teknologi sebagai keterampilan dengan pertumbuhan permintaan tercepat menuju 2030. Keterampilan manusia seperti berpikir analitis, ketahanan, fleksibilitas, kepemimpinan, dan kolaborasi juga tetap dibutuhkan.

Tahapan Menyiapkan Organisasi Menghadapi Perubahan Teknologi

1. Memetakan proses dan tugas

Jangan hanya memetakan jabatan.

Identifikasi:

  • tugas rutin

  • tugas berbasis keputusan

  • tugas berisiko

  • tugas yang membutuhkan interaksi manusia

  • tugas yang membutuhkan keahlian

  • tugas yang dapat dibantu teknologi

2. Menentukan masalah yang perlu diselesaikan

Teknologi perlu digunakan untuk menyelesaikan kebutuhan nyata.

Contohnya:

  • waktu proses terlalu lama

  • kesalahan berulang

  • data tidak tersedia

  • keputusan terlambat

  • informasi tersebar

  • risiko keselamatan

  • kebutuhan pelanggan berubah

3. Menilai kesiapan data dan sistem

AI dan otomatisasi membutuhkan data, akses, integrasi, serta kualitas sistem yang memadai.

4. Menilai risiko

Periksa:

  • privasi

  • keamanan

  • bias

  • akurasi

  • kepatuhan

  • dampak pekerjaan

  • ketergantungan vendor

  • keberlanjutan

  • pengalaman pengguna

5. Menentukan batas penggunaan

Tetapkan:

  • penggunaan yang diperbolehkan

  • data yang tidak boleh dimasukkan

  • kebutuhan persetujuan

  • kondisi eskalasi

  • kewajiban verifikasi

  • dokumentasi

  • pihak yang bertanggung jawab

6. Mengembangkan kompetensi

Program pelatihan dapat mencakup:

  • pengenalan teknologi

  • penggunaan berdasarkan peran

  • latihan kasus

  • simulasi

  • praktik langsung

  • penanganan kesalahan

  • keamanan

  • etika

  • evaluasi hasil

7. Menguji pada proses terbatas

Pilot membantu organisasi melihat manfaat, risiko, dan kebutuhan perubahan sebelum implementasi diperluas.

8. Mengukur dampak

Ukur:

  • waktu proses

  • kualitas

  • kesalahan

  • biaya

  • kepuasan

  • risiko

  • beban kerja

  • kemampuan karyawan

  • kebutuhan bantuan

9. Memperbarui peran dan prosedur

Jika teknologi mengubah pembagian tugas, deskripsi peran, SOP, matriks kewenangan, dan indikator kinerja mungkin perlu diperbarui.

10. Melibatkan karyawan

ILO menekankan bahwa cara teknologi diperkenalkan di tempat kerja akan memengaruhi apakah AI meningkatkan kualitas dan produktivitas kerja atau justru menurunkannya.

Karyawan perlu dilibatkan dalam pengujian, identifikasi risiko, serta penyempurnaan proses.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

Mengadopsi teknologi tanpa masalah yang jelas

Organisasi membeli alat tetapi tidak mengetahui proses yang ingin diperbaiki.

Menganggap otomatisasi selalu mengurangi beban kerja

Teknologi dapat menambahkan pekerjaan baru berupa verifikasi, dokumentasi, pengawasan, dan penanganan error.

Mengabaikan kualitas data

Hasil sistem tidak akan konsisten jika data sumber tidak lengkap, terlambat, atau memiliki definisi berbeda.

Menggunakan AI tanpa aturan keamanan

Karyawan dapat memasukkan informasi sensitif ke sistem yang tidak disetujui.

Tidak memperbarui proses

Teknologi baru ditempelkan pada alur lama sehingga manfaatnya terbatas.

Mengurangi peran manusia terlalu cepat

Beberapa keputusan membutuhkan empati, tanggung jawab, konteks, dan pertimbangan yang tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sistem.

Tidak menyiapkan upskilling

Karyawan memperoleh perangkat baru tanpa kemampuan menggunakan, memeriksa, dan mengelolanya.

Mengukur keberhasilan hanya dari penggunaan

Jumlah akun aktif belum menunjukkan peningkatan kualitas, kecepatan, atau hasil bisnis.

Contoh Program Pengembangan Kompetensi

Judul Program: Bekerja Efektif dan Aman dengan AI

Target peserta: Karyawan lintas fungsi

Tujuan:

Setelah mengikuti program, peserta dapat menggunakan AI untuk mendukung pekerjaan, memeriksa hasilnya, melindungi informasi, dan menentukan kondisi yang memerlukan intervensi manusia.

Struktur program

Trand AI

Contoh studi kasus:

Peserta menerima draft laporan yang dibuat AI. Laporan tersebut terlihat rapi, tetapi menggunakan angka dari periode yang salah dan menyimpulkan adanya peningkatan tanpa membandingkan target.

Peserta diminta:

  1. Mengidentifikasi bagian yang perlu diverifikasi.

  2. Menentukan sumber data yang seharusnya digunakan.

  3. Memperbaiki kesimpulan.

  4. Menjelaskan risiko jika laporan langsung digunakan.

  5. Menentukan dokumentasi yang diperlukan.

Kesimpulan

Teknologi akan terus mengubah cara organisasi menjalankan pekerjaan.

AI generatif membantu produksi dan analisis. AI agent mulai menjalankan rangkaian tugas. Intelligent automation menghubungkan AI dengan proses. Robotika dan physical AI memperluas otomatisasi ke lingkungan fisik.

IoT, edge computing, dan digital twin menyediakan data serta simulasi untuk keputusan operasional. Decision intelligence mempercepat analisis. Low-code dan no-code memungkinkan lebih banyak karyawan membuat solusi. Extended reality mengubah pelatihan dan kolaborasi. Sementara itu, keamanan siber dan kesiapan terhadap risiko kuantum menjadi semakin penting.

Namun, teknologi bukan satu-satunya faktor penentu.

Dampaknya akan bergantung pada kualitas proses, data, kepemimpinan, tata kelola, keamanan, serta kemampuan karyawan. Organisasi yang hanya membeli teknologi tanpa menyiapkan manusianya dapat memperoleh alat baru tanpa perubahan hasil.

Ioda Academy menyediakan layanan pengembangan program dan konten pembelajaran untuk membantu organisasi menyiapkan kompetensi menghadapi perubahan teknologi. Bentuknya dapat berupa e-learning, video, simulasi, game learning, podcast, infografis, modul, asesmen, serta program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Referensi

  1. The Future of Jobs Report 2025 — World Economic Forum.
  2. 2025 Work Trend Index: The Frontier Firm Is Born — Microsoft WorkLab.
  3. Generative AI and Jobs: A Refined Global Index of Occupational Exposure — International Labour Organization.
  4. Secure the Post-Quantum Future — IBM Institute for Business Value.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Teknologi apa yang paling banyak mengubah pekerjaan saat ini?

AI generatif menjadi salah satu teknologi yang paling terlihat karena dapat digunakan pada berbagai pekerjaan berbasis teks, data, gambar, audio, kode, dan dokumen. Dampak setiap teknologi tetap bergantung pada industri serta tugas yang dijalankan.

Apakah AI akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia?

Tidak semua pekerjaan akan digantikan secara utuh. Dalam banyak profesi, AI lebih mungkin mengubah sebagian tugas. Karyawan dapat beralih ke verifikasi, pengawasan, interpretasi, penanganan pengecualian, dan komunikasi.

Apa perbedaan AI generatif dan AI agent?

AI generatif menghasilkan atau mengolah konten berdasarkan instruksi. AI agent dapat menjalankan rangkaian tindakan menuju tujuan tertentu dan berinteraksi dengan sistem lain sesuai akses yang diberikan.

Artikel Terkait

Diskusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom bertanda * wajib diisi.

Panduan Lengkap Pembelian Bootcamp di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi data dengan benar karena data tersebut yang dilampirkan di sertifikat
  3. Jika kamu sudah melakukan pembayaran, maka link di Mayar akan berubah menjadi seperti ini. Kamu bisa klik bergabung ke grup Whatsapp yang ada di tampilan layar
    Lihat disini
  4. Selain itu kamu juga bisa cek di Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  5. Link zoom selama Bootcamp akan dibagikan melalui Grup Whatsapp
    Lihat disini

  6. Untuk rekaman kelas dan project yang harus dikerjakan selama Bootcamp berlangsung bisa kamu akses di https://studentcenter.iodacademy.id/
  7. Terakhir, enjoy the class🚀

Panduan Lengkap Pembelian Kelas di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi email dengan benar karena email itu yang akan digunakan untuk mengakses LMS
  3. Selanjutnya kamu silahkan cek Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  4. Semua video learning yang kamu beli dapat kamu akses di https://iodacademy.myr.id/portal dengan cara memasukkan email yang sudah kamu daftarkan di form pendaftaran tadi
    Lihat disini
  5. Terakhir, enjoy the class🚀

Panduan Lengkap Pembelian Workshop Praktikal Bersertifikat di Ioda Academy

  1. Pilih kelas yang kamu mau, lalu kamu bisa klik “Bayar Sekarang”
    Lihat disini
  2. Isi data diri dan metode pembayaran lalu klik “Bayar”
    Lihat disini
    *Pastikan mengisi data dengan benar karena data tersebut yang dilampirkan di sertifikat
  3. Jika kamu sudah melakukan pembayaran, maka link di Mayar akan berubah menjadi seperti ini. Kamu bisa klik bergabung ke grup Whatsapp yang ada di tampilan layar
    Lihat disini
  4. Selain itu kamu juga bisa cek di Email dengan Subject “Resi Pembayaran dan Akses Kelas”
    Lihat disini
  5. Link zoom selama Workshop akan dibagikan melalui Grup Whatsapp
    Lihat disini

  6. Terakhir, enjoy the class🚀